Berdamai dengan “Morning Sickness”

Kehamilan merupakan suatu anugerah dari Yang Maha Besar. Bila proses yang harus dijalani diwarnai dengan ketidaknyamanan semisal morning sickness, maka sudah sepatutnya disikapi bahwa hal tersebut adalah bagian dari anugerah yang diterima.

 

Hal pertama dan utama yang sebaiknya dimiliki adalah rasa syukur. Bahwa apapun riak-riak kecil yang mewarnai, kehamilan sendiri adalah hadiah tak ternilai dari Sang Maha Kuasa.

Itulah yang paling ditekankan oleh keluarga maupun kerabat dekat saat mengetahui di kehamilan kedua ini aku masih berkutat dengan morning sickness.

Terjadi kapanpun

Technically known as nausea and vomiting of pregnancy (NVP), the symptoms typically start from week 6 of pregnancy on. And since that sense of smell is extra keen in a newly pregnant woman, morning sickness causes many women to have strong aversions to certain foods and smells, too. (What to Expect)

Kendati kerap disebut dengan istilah morning sickness, pada dasarnya mual dan muntah yang ada bisa terjadi kapanpun.

Malah bisa dibilang tak mengenal waktu.

Suatu hari muncul kala subuh menjelang, esoknya baru menampakkan diri saat siang, lain waktu datang ketika sore ataupun malam, dan yang paling menguras energi adalah ketika muncul hampir sepanjang hari.

Lupakan jadwal makan rutin sehari 3 kali. Berhasil memasukkan beberapa sendok makanan dan meminum beberapa teguk air saja tanpa memuntahkannya kembali merupakan pencapaian luar biasa.

Kemudian, indera penciuman biasanya juga akan menjadi lebih peka.

Pada beberapa orang, bahan masakan yang menyengat seperti bawang putih, bau amis ikan, bau sabun mandi, minyak wangi, ataupun bau asap makanan yang masih mengepul bisa menjadi pemicu mual dan muntah.

Lebih dari 50 persen ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama.

Peningkatan hormon estrogen dan human chorionic gonadotropin (hCG) di awal kehamilan diduga memicu terjadinya morning sickness.

Walaupun tergolong wajar, yang seyogyanya diwaspadai adalah bila tubuh mulai dehidrasi dan tak mendapatkan nutrisi akibat mual dan muntah hebat yang mengarah ke kondisi hyperemesis gravidarum.

Hyperemesis gravidarum is a condition characterized by severe nausea, vomiting, weight loss, and electrolyte disturbance. (American Pregnancy)

Pada kasus ringan, bisa diatasi dengan pengaturan pola makan, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi antacid.

Apabila ketiga hal tersebut tak memperlihatkan hasil maka disarankan untuk rawat inap di rumah sakit agar mendapatkan pertolongan yang lebih intensif sehingga ibu hamil memperoleh cairan sekaligus nutrisi melalui intravenous line.

Sewaktu mengalami morning sickness juga disarankan untuk tidak mengonsumsi obat jenis apapun tanpa sepengetahuan dokter kandungan.

Berdamai dengan diri sendiri

Meskipun morning sickness tak membahayakan janin, mendapati tubuh dalam keadaan mual dan muntah hampir sepanjang hari bukanlah hal yang nyaman dan mudah diterima.

Untuk itu berdamailah dengan diri sendiri.

Meminum beberapa teguk air atau memasukkan beberapa sendok makanan manakala morning sickness datang memang sebuah tantangan tersendiri.

Belum lagi ditambah dengan kenyataan bahwa segera setelah air dan makanan tersebut masuk kedalam lambung maka beberapa saat kemudian akan dimuntahkan lagi.

Harus memulai lagi proses di atas berulang kali sampai makanan dan minuman benar-benar berhasil masuk membutuhkan semangat dan tekad yang kuat.

Adakah pilihan lain yang lebih bijak selain menerima kondisi tersebut dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur?

Jangan lupa pula untuk meminta dukungan suami, anak, dan keluarga agar kita bisa bergandengan tangan melampaui semua fase kehamilan.

Berikan pengertian kepada anak yang lebih tua agar memahami kondisi ibunya.

Berbagi tugas melakukan pekerjaan domestik dan meminta suami lebih aktif mengurus keperluan anak juga harus dipertimbangkan, apalagi bila tak memiliki asisten rumah tangga atau support system seperti kami, kerjasama yang solid mutlak diperlukan.

Mintalah suami dan anak-anak bergantian untuk memeluk, memijat, atau sekadar mengelus-elus leher, punggung, atau bagian tubuh yang lain agar sentuhan kasih sayang tersebut membantu menyamankan tubuh kita.

Setiap kali mual dan muntah hadir di sela-sela aktivitas sehari-hari, usahakan agar senantiasa membasahi lisan dengan doa, dzikir, shalawat, dan kalimat positif lainnya agar bisa menguatkan dan menenangkan jiwa.

Jangan lupa untuk selalu meminta kepada Sang Pemilik Kehidupan agar memberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur yang melimpah ruah atas anugerah kehamilan yang diberikan.

Pahami tubuh dan cara menyamankannya

Usai berhasil berdamai dengan diri sendiri, yang kemudian dilakukan adalah pahami tubuh dan bagaimana cara menyamankannya.

Bila sebagian orang berhasil meredakan morning sickness dengan meneguk air jahe hangat, sebaiknya jangan ikut mencobanya kalau kita tak suka dengan aroma jahe bahkan jauh sebelum hamil. Bisa-bisa mencium aromanya saja membuat kita mual dan muntah.

Ganti saja dengan air madu hangat misalnya. Selain memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh, mengonsumsi madu juga bagian dari menjalankan sunnah Rasulullah.

Sejumlah poin di bawah ini mungkin ada yang mampu mengatasi morning sickness yang sedang dialami.

1. Makan dan minum dalam porsi kecil ,namun sering

Poin pertama tersebut bertujuan agar lambung tidak dalam kondisi kosong terlalu lama.

Jikalau lambung tak terisi makanan maka akan terjadi peningkatan asam lambung dan akan memicu mual.

Pilih makanan dengan kandungan protein tinggi maupun karbohidrat kompleks.

2. Bertahan dengan makanan dan minuman yang mampu membangkitkan selera

Agar nutrisi tetap terpenuhi, sebaiknya pilih makanan dan minuman yang benar-benar membangkitkan selera dan berhasil bertahan lama di lambung tanpa dimuntahkan kembali.

Kondisi mulut dan lidah yang terasa pahit biasanya akan mampu dinetralisir dengan manisnya kurma, madu, atau buah-buahan segar.

Kemudian, lanjutkan dengan memilih sumber protein hewani dan nabati, karbohidrat, serta sayuran.

Ada baiknya menghindari makanan berlemak. Gorengan, makanan asam, dan makanan pedas juga bisa mengiritasi sistem pencernaan.

3. Penuhi kebutuhan cairan agar terhindar dari dehidrasi

Teguk air secara pelan-pelan dan dalam jumlah sedikit, namun sering. Minum air menggunakan sedotan juga bisa dijadikan alternatif untuk menghindari mual.

Indikator bahwa tubuh tak mengalami dehidrasi bisa dengan mudah dilihat dari warna urin. Manakala urin berwarna bening atau kuning pucat maka cairan tubuh telah terpenuhi.

Bilamana urin terlihat kuning pekat maka itu suatu alarm bahwa tubuh kita kekurangan cairan.

4. Di pagi hari, bangunlah dari tidur secara pelan-pelan

Sebelum beranjak dari tempat tidur, bangunlah pelan-pelan. Duduk sebentar di atas kasur kemudian bergeser ke pinggir ranjang dan tunggulah beberapa saat.

Usai tubuh beradaptasi, bersiaplah untuk berdiri. Kesemuanya dilakukan dengan pelan-pelan.

5. Hindari makanan, minuman, bau menyengat, dan hal lainnya yang memicu mual dan muntah

Bermainlah aman, sepertinya pas dengan poin ke-5.

Kalau memang bau amis ikan atau makanan laut lainnya membuat kepala pusing dan mual maka jangan pernah sekali-kali menyentuhnya saat mentah.

Mintalah orang lain untuk memasaknya dan cobalah memakannya ketika sudah matang.

6. Menghirup udara segar dan jalan-jalan di bawah sinar matahari pagi

Aktif bergerak sebaiknya dilakukan sejak awal kehamilan. Berjalan-jalan pagi di sekitar rumah bisa menjadi pilihan.

7. Cobalah rutin minum madu, jahe, atau peppermint

Awali pagi hari dengan meminum madu agar tubuh senantiasa sehat. Bisa juga diseduh dengan air hangat dan diminum pelan-pelan.

Pilih bahan makanan dan minuman dengan kandungan jahe atau peppermint baik dalam bentuk teh, biskuit, maupun permen bila memang kita menyukainya.

8. Selalu sedia snack sehat seperti kurma, kismis, dan buah kering lainnya

9. Istirahat cukup dan hindari stres sebisa mungkin

10. Meminta bantuan kepada tenaga kesehatan

Apabila semua upaya di atas masih belum berhasil meredakan morning sickness, segera hubungi tenaga kesehatan.

Bidan atau dokter kandungan akan meresepkan obat antimual yang aman dikonsumsi selama kehamilan.

Jangan sekali-kali mengonsumsi obat tradisional maupun herbal tanpa seijin mereka.

Bagaimana, ada yang mau menambahkan? Selamat menjalani kehamilan dengan penuh rasa syukur.

 

 

 

Referensi:

Foto

What to Expect

BabyCenter

American Pregnancy

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*