“Geographic Tongue”, Berbahayakah?

Suatu hari kami menemukan ada bulatan seperti pulau di lidah K. Mulanya, kami mengira kalau itu adalah sariawan. Bulatan berwarna merah tersebut menghiasi lidah K, datang dan pergi. Sekalinya datang bisa satu, dua, atau bahkan tiga sekaligus. Ternyata, itu adalah geographic tongue!

 

Perjalanan kami menemukan geographic tongue dimulai di penghujung tahun 2017.

Setelah mengobservasi selama beberapa minggu akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis anak.

Kunjungan tersebut bertepatan dengan jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dokter kemudian mendiagnosis bahwa kondisi lidah K (3 tahun 2 bulan) bukanlah sesuatu yang harus dicemaskan.

Tak ada obat yang dibawa pulang. Dokter pertama yang kami ajak berdiskusi mengenai geographic tongue ini juga tak memberikan informasi mengenai perawatan yang harus dilakukan di rumah.

Selepas dari dokter spesialis anak, kami ingin mencari opini dari dokter spesialis gigi anak.

Dokter kedua kemudian menghubungkan kondisi lidah K dengan alergi dan menyarankan untuk membatasi konsumsi telur, ikan, makanan laut, serta pemicu alergi yang lain.

Namun, diagnosis yang kami peroleh adalah gingivitis. Berbeda rupanya dengan dokter sebelumnya. Diagnosis yang tak sama tersebut kami simpan sebagai informasi tambahan.

Kemudian, selang 1 tahun berikutnya, kami coba tanyakan kembali kepada dokter spesialis anak.

Pada kesempatan kali ini, sengaja kami berpindah dokter sekaligus rumah sakit yang berbeda daripada sebelumnya.

Ternyata diagnosis yang diberikan mengarah pada geographic tongue pula.

Kami pun mendapatkan penguatan bahwa geographic tongue bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.

Selama tak ada keluhan lain yang menyertai maka tak perlu cemas. Dokter juga menyarankan untuk membersihkan lidah K secara berkala.

Berbeda dengan sariawan

Sekilas, bentuk lidah geografik atau lidah peta ini memang mirip dengan sariawan.

Walhasil, banyak komentar yang kami dapatkan, misalnya: Kenapa kamu sering sariawan K? Wah, lidah K banyak sariawan ya? K lagi sariawan, sakit ya lidahmu?

Orang awam, seperti halnya kami, acapkali menduga bahwa bulatan merah yang tampak di lidah K adalah sariawan.

Dikutip dari Milis Sehat, sariawan berbentuk bundar dan biasanya berukuran sebiji jagung (sekitar 6 mm), tapi juga bisa lebih besar.

Bila sariawan dilihat dengan cermin maka akan tampak bulatan putih atau kuning dengan garis merah mengelilinginya.

Sariawan terasa sakit, terutama saat kita mengonsumsi makanan yang keras, renyah, asin, atau asam (seperti jus jeruk).

Tidak ada yang tahu pasti penyebab sariawan. Stres sangat mungkin memicu munculnya sariawan.

Selain itu, sariawan juga mungkin timbul bila bahan pangan tak mengandung cukup vitamin dan mineral.

Di samping itu luka pada mulut, seperti luka akibat gigitan pada bagian dalam bibir atau menggosok gigi terlalu keras bisa menyebabkan sariawan.

Siapapun bisa terkena sariawan dan menurun dalam keluarga, artinya jika ibu atau ayah sering mengalami sariawan maka anak akan sering terkena juga.

Lain halnya dengan geographic tongue.

The cause of the condition is not known; there may be some relationship to psoriasis. Geographic tongue is fairly common and is not an indication of oral cancer or infection. (DermnetNZ)

Kendati ada yang mengaitkannya dengan psoriasis, geographic tongue jamak dijumpai pada lidah anak-anak dan bukanlah suatu indikasi adanya kanker mulut maupun infeksi lainnya.

Tak perlu cemas

Kondisi lidah peta terjadi akibat reaksi peradangan ringan papila pada permukaan lidah.

Papila yang meradang tersebut akan mengalami pertumbuhan berlebih dan pembengkakan.

Menurut Mayo Clinic, penyebab pasti geographic tongue masih belum diketahui.

Namun, diduga ada korelasi dengan individu yang memiliki kondisi berikut:
1. Psoriasis, khususnya psoriasis pustular.
2. Diabetes, anemia, atopi (asma/eksim), serta stres.
3. Pada sejumlah individu, makanan tertentu (keju umpamanya) bisa memicu timbulnya geographic tongue.
4. Bawaan genetik.
5. Faktor hormonal.

Tak seperti sariawan yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengunyah makanan, K malah terkesan tak terganggu dengan lidahnya.

Manakala sedang tampak beberapa bulatan berbentuk pulau pada lidahnya, K akan kami batasi mengonsumsi makanan yang pedas, berbumbu, ataupun asam.

Untuk urusan memilih pasta gigi, selain memakai pasta gigi untuk anak yang dilengkapi fluoride, kadangkala kami juga menggantinya dengan pasta gigi bergambar kayu siwak.

Pasta gigi tersebut tak memiliki rasa yang kuat dan telah dilengkapi dengan fluoride.

Discomfort may be treated with a mouth gargle or rinse containing antiseptic and anaesthetic agents. Topical corticosteroids may also be helpful for occasional use eg. triamcinolone in dental paste applied several times a day when required. (Mayo Clinic)

Penggunaan cairan antiseptik khusus untuk membersihkan mulut belum pernah kami terapkan pada K.

Apalagi pemberian salep dengan kandungan kortikosteroid seperti yang disebutkan di atas, langkah tersebut sama sekali belum pernah dilakukan.

Yang kami lakukan, secara rutin mengecek keberadaan bulatan merah di lidahnya.

Dengan begitu, kami bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk membatasi asupan makanan pedas (mengandung merica atau cabai merah dalam jumlah sedikit) dan asam (buah-buahan seperti jeruk, tomat, dan sebagainya).

Alergi air dingin yang sempat dideritanya juga kami waspadai. Ketika musim hujan, apabila dirasa udara dan air teraba dingin di kulit maka kami akan memandikannya dengan air hangat.

Walaupun hal tersebut sangat jarang dilakukan, mengingat K telah terbiasa mandi dengan air dingin sejak usia 1 tahunan.

Bila mengajaknya berenang, kami akan memilih waktu dimana matahari sedang bersinar hangat sehingga air di kolam renang juga tak terlalu dingin baginya. Kisaran pukul 7 hingga 9 pagi adalah waktu yang biasa kami pilih.

Apakah ada yang memiliki pengalaman serupa?

 

Referensi:

IDAI

Dermnet NZ

Mayo Clinic

Milis Sehat

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*