Menjelajahi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta

Bisa dipastikan, hampir semua anak pasti menggemari salah satu moda transportasi udara berikut. Mengunjungi museum dirgantara yang luas pun terasa singkat. Pesawat memang begitu memukau!

 

“Ibu, Kakak mau lihat vidio pesawat.”
“Mana vidio Kakak jalan-jalan lihat pesawat?”
“Ayah, mau lihat vidio pesawat di Jogja?”

Dan sederet permintaan lainnya akan diutarakan oleh K (3 tahun 2 bulan) agar diberikan kesempatan screen time untuk memutar kembali video yang direkam sewaktu berkunjung ke museum dirgantara.

Lagi, lagi, dan lagi!

Manakala berkunjung pada penghujung bulan Oktober 2017 lalu, kami diharuskan membayar tiket lima ribu rupiah per orang dan menambah biaya ijin dokumentasi sebesar seribu rupiah. Sangat terjangkau bukan?

Semenjak memasuki pintu gerbang kompleks AURI yang dijaga oleh staf TNI AU, suara pesawat samar-samar terdengar.

Petugas akan menanyakan keperluan kepada setiap orang yang datang dan meminta mereka meninggalkan kartu identitas.

Kami mengunjungi museum hanya berdua dengan menumpang taksi online, sehingga kartu identitas milik pengemudilah yang diminta oleh petugas.

Usai mengantarkan kami menuju pintu masuk areal museum, kartu identitas pengemudi taksi online bisa diambil kembali di pos penjagaan.

Tiba di pintu masuk kami disambut oleh luasnya halaman parkir yang cukup membuat kami berdua berkeringat.

Di sekitar areal parkir, terlihat sejumlah bis yang mengantarkan rombongan anak sekolah. Tampak beberapa pesawat milik TNI AU menghiasi.

Beberapa pesawat komersil dan pesawat milik TNI AU terlihat terbang rendah di atas kepala manakala kami sedang berteduh di pelataran depan museum.

Kadangkala K akan melonjak kaget mendengar kebisingan yang diakibatkannya, apalagi saat sejumlah pesawat komersil mendarat secara berurutan dan memiliki jeda yang tak terlalu lama.

Letak Bandara Internasional Adisutjipto memang tak jauh dari museum, pantas saja jikalau banyak pesawat hilir mudik.

K begitu senangnya mendapati deretan pesawat yang dipamerkan di dalam museum.

Dengan penuh keberanian dan rasa percaya diri, ia memimpin langkah di depan, berlarian menuju badan pesawat milik TNI AU yang memenuhi hanggar.

Kakinya akan berhenti di depan pesawat yang menarik perhatiannya. Kemudian melesat dengan cepatnya menuju objek lainnya hingga tak terkejar oleh Ibu yang sedang mendokumentasikan isi museum.

K juga tak malu untuk ikut membaur dengan rombongan anak-anak sekolah.

Ia akan mengekor di belakang mereka, ikut melihat objek yang sama, bahkan ikut berlari bersama-sama ke badan pesawat yang disediakan untuk foto bersama.

Mengingat posturnya yang kecil dibandingkan anak-anak sekolah, K yang mulanya ingin menaiki tangga pada akhirnya hanya bisa mengambil tempat di tangga pesawat saja.

K terlihat sangat kecil dibandingkan kerumunan anak-anak sekolah dan hanya dia satu-satunya yang tak berseragam! Hahaha.

Luasnya areal museum tak membuat K kelelahan pada awalnya.

Namun, usai mengitari bagian dalam museum, di tengah perjalanan K meminta Ibu untuk menggendongnya.

Kalau sudah begini, Ibu yang kewalahan, membopongnya dengan kedua tangan sembari menggendong tas perbekalan di punggung! Haha.

Bila si kecil menyukai pesawat maka museum dirgantara ini wajib dikunjungi sewaktu bertandang ke Yogyakarta.

Museum yang berlokasi di Kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto ini merekam sejarah penerbangan dan dunia aviasi Indonesia.

Museum dirgantara memiliki koleksi sejumlah pesawat tempur dan replikanya, baju dinas dari masa ke masa yang digunakan dalam lingkungan kerja TNI AU, foto tokoh-tokoh sejarah, diorama peristiwa bersejarah Angkatan Udara Indonesia, stimulator Pesawat P-51 Mustang, koleksi buku yang ditulis oleh tokoh penerbangan Indonesia, hingga toko suvenir yang menjual replika pesawat lengkap dengan aneka perniknya.

Bawalah bekal makanan ringan dan minuman yang cukup. Luasnya areal museum yang harus dijelajahi bisa dipastikan membuat si kecil kehausan maupun kelaparan.

Jangan lupa membawa topi, agar bisa tetap menikmati sejumlah pesawat terbang, helikopter, dan rudal yang dipajang di pelataran bilamana cuaca sedang tak bersahabat.

Apabila waktu berkunjung jatuh pada hari libur sekolah maka akan terjadi kepadatan. Sebaiknya, pilihlah di waktu yang berbeda agar bisa leluasa dan nyaman berkeliling.

“Ibu, K senang lihat pesawat di Jogja!”

Itu kalimat yang sering dilontarkan K manakala sedang melihat video perjalanannya mengunjungi museum dirgantara.

Bagaimana, apakah si kecil juga menyukai pesawat seperti K? Ayo, segera jadwalkan untuk berlibur ke sana. Selamat berjalan-jalan!
Referensi:

Wikipedia

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*