“Review” Buku: 50 Cerita Islami Terbaik untuk Anak

Tak diragukan lagi betapa banyaknya manfaat membaca bagi tumbuh kembang anak. Untuk anak usia dini, kegiatan membaca ini berdampingan dengan mendongeng. Melalui mendongeng, diharapkan minat baca anak akan tumbuh secara bertahap.

 

Manakala K (3 tahun 1 bulan) masih bayi, kami membelikannya soft book.

Buku dengan tebal hanya beberapa halaman, terbuat dari kain, empuk saat dipegang dan diremas, serta mampu menarik perhatiannya berkat gambar aneka warna di dalamnya.

Berlanjut kemudian, kami memberikannya buku dalam format hard cover.

Rasa ingin tahunya semakin meningkat, tak hanya puas membolak-balik halaman, dia tertarik untuk melipat, membanting, mencoret-coret,hingga menginjak!

Tampilan buku yang dibuat lebih tebal dan dilaminasi di setiap halaman telah menyelamatkannya dari kerusakan.

Walaupun di beberapa sudut terlihat penyok, namun masih dalam kondisi baik. Haha.

Baik soft book maupun hard cover book, keduanya memiliki isi cerita yang tak terlalu mendalam, sesuai dengan audiens yang disasarnya.

Kemudian, kami mencoba mencari buku cerita islami dengan materi yang sedikit lebih berbobot.

Cerita 25 nabi, kisah hidup Rasulullah beserta sahabatnya, cerita inspiratif dari para imam besar, dan sekumpulan cerita islami lainnya menduduki prioritas utama.

Salah satunya adalah buku yang diproduksi oleh Penerbit Al-Kautsar for Kids berjudul “50 Cerita Islami Terbaik untuk Anak”.

Dari segi tampilan fisik, buku dengan ukuran 20,5 cm x 25,5 cm tersebut tergolong cukup besar dan lebar untuk K.

Sehingga K harus memegang dengan kedua tangannya lalu ditempatkan di atas pangkuannya.

Bagaimana dengan tampilan visualnya? Huruf yang digunakan berukuran besar, dengan dominasi warna hitam dan kuning di seluruh gambarnya.

Tak tampak aksen grafis berlebihan yang menghiasi. Kadangkala visualisasi di luar gambar utama bisa membuat tampilan halaman lebih sesak.

Untuk kategori buku cerita anak, buku tersebut terlihat sederhana. Namun dengan kesederhanaan inilah cerita yang disajikan bisa lebih menonjol.

Isi cerita yang disajikan terbilang cukup beragam.

Dari sisi rakyat biasa, ada cerita tentang laki-laki sederhana calon penghuni surga, tukang kebun yang rajin bersedekah, tukang kebun delima yang jujur, pengembara yang ditemani malaikat, tukang batu yang dicium tangannya oleh Rasulullah, hingga kisah pencari kayu yang menjaga harga dirinya.

Selanjutnya, kita juga bisa menjumpai banyak pelajaran bermakna dari sisi para keluarga dan sahabat Rasulullah, imam besar, maupun khalifah terdahulu.

Sebut saja kisah Fathimah yang salehah, syekh yang selamat dari tenggelam, belajar bersedekah dari Abu Thalhah, Sang Panglima yang dicintai Allah SWT, Abdul Qadir Jailani, Imam Ahmad, Imam Abdullah bin Mubarak, kedermawanan Ustman bin Affan, Uwais Al-Qarni, dan masih banyak lagi.

Dan yang paling utama, orang tua dan anak bisa memetik hikmah dari sejumlah kisah tentang kemuliaan akhlak beserta sunah yang diajarkan Rasulullah, Sang Kekasih Allah SWT, kesemuanya dikemas dalam kalimat yang sederhana, namun sarat makna.

Gaya penulisan yang tak bertele-tele ini menjadi penting ketika kami mulai membacakannya untuk K yang tak akan betah duduk dalam waktu lama.

Dengan kalimat yang singkat, kami tak perlu meringkasnya terlebih dahulu.

Cukup dengan membacanya sekilas sebelum menceritakan kembali kepada K, kemudian berimprovisasi seperlunya tanpa kehilangan kontak mata dengan K.

Secara keseluruhan, ada 119 judul cerita yang disuguhkan di dalam buku tersebut.

Dengan segala kisah yang bertemakan akhlak, akidah, serta pembentukan karakter positif anak sejak dini, dalam website resmi disebutkan bahwa buku tersebut menyandang predikat Best Seller dan terpilih sebagai buku islam terbaik kategori non-fiksi anak dalam ajang Islamic Book Fair 2011 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Cerita apa yang menjadi favorit K? Semuanya tergantung pada sesuatu yang sedang menarik perhatiannya.

Bila ia sedang tertarik memainkan beberapa miniatur hewannya maka ia akan meminta untuk dibacakan cerita yang memuat gambar hewan di dalamnya.

Tentunya, tak lupa ia akan membawa serta miniatur hewan yang sesuai cerita.

Di lain waktu, manakala sedang berminat untuk mengamati hujan, ia akan meminta dibacakan cerita yang memiliki gambar hujan.

Seperti pada cerita tukang kebun yang rajin bersedekah.

Dikisahkan ada seorang musafir yang keheranan karena mendengar suara dari langit, “Siramilah kebun milik si Fulan.” Tiba-tiba, hujan turun dengan deras di atas kebun si Fulan yang disebutkan namanya oleh suara yang terdengar di langit. Apa rahasianya? “Aku sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, aku makan bersama keluargaku sepertiganya, lalu aku biarkan sepertiganya.”

Bilamana K meminta cerita yang sama setiap kali waktu mendongeng tiba maka mau tak mau cerita tersebut melekat di kepala kami. Hafal dengan sendirinya! Haha.

Yang terakhir, yang sebaiknya diberikan perhatian lebih adalah pada cara pengemasan buku.

Dengan 119 halaman, dimana setiap halaman dibolak-balik dalam frekuensi tak terhitung, maka yang terjadi sudah bisa ditebak: lembar demi lembar mulai terlepas dari sampul yang menjadi penyangganya.

Terlepas dari hal tersebut, buku ini masih menjadi buku favorit K ketika dia memberikan kode: “Ayah, K mau baca-baca”, atau “Ibu, ayo baca-baca.”

Bagaimana, apakah tertarik juga untuk menjadikan buku tersebut sebagai buku favorit buah hati di rumah? Selamat mendongeng!

 

Referensi:
Pustaka Al-Kautsar

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*