Bagaimana Anak Usia Dini Mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? (Part 2)

Membuat anak usia dini mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerlukan ikhtiar yang dilakukan secara konsisten, baik oleh orang tua, anak, hingga lingkungan terdekatnya.

 

Mengajak lingkungan terdekat di luar keluarga inti agar turut serta mengikuti sunah Rasulullah bukanlah tanpa kendala.

Ada kalanya tak sejalan dengan apa yang kita yakini. Bisa jadi, perbedaan ini akan membawa anak ke dalam kebingungan.

Hal kecil seperti adab masuk rumah, umpamanya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan agar mengawalinya dengan Basmalah. Setelahnya, diikuti dengan mengucapkan salam.

Contoh lainnya, makan dan minum dengan tangan kanan dan dalam posisi duduk.

Jikalau si kecil melihat orang lain dengan bebasnya makan dan minum sambil berjalan atau berdiri, kemudian ada yang memegang makanan dan gelas minum dengan tangan kiri maka berikan penjelasan dengan bahasa yang dia mengerti.

Memberikan pengertian kepada anak seyogyanya dilakukan secara kontinyu.

Ajak anak untuk bersama-sama meyakini bahwa yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah yang terbaik.

Artikel sejenis: Bagaimana Anak Usia Dini Mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? (Part 1)

Kemudian, apa saja hal-hal yang membuat anak bisa mengenal Rasulullah?

1. Membaca Basmalah ketika masuk ke dalam rumah

“Jika seseorang menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata; ‘Kalian (bangsa setan) tidak bisa menginap dan tidak bisa makan! ‘ Jika seseorang tidak menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya, maka setan berkata; ‘Kalian bisa masuk dan bisa menginap.’ Jika seseorang tidak menyebut nama Allah sewaktu hendak makan, maka setan berkata; ‘Kalian bisa menginap dan makan malam.’ (HR. Muslim: 3762)

Yang biasanya jamak dijumpai adalah banyak yang mengucapkan salam saja ketika hendak masuk rumah.

Padahal, Rasulullah mengawalinya dengan membaca Basmalah terlebih dahulu.

2. Berdoa saat turun hujan

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat hujan, maka beliau berdoa: ‘ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI’AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat) ‘.” (HR. Bukhari: 974)

Hujan, sebagai salah satu nikmat dari Allah SWT memang patut disyukuri.

Karenanya, Rasulullah meminta kita untuk memanjatkan doa manakala hujan datang, agar Allah SWT menjadikan hujan tersebut bermanfaat bagi kita.

Usai membaca doa tersebut, tak ada salahnya untuk menambahkan doa lain agar keinginan atau harapan kita dikabulkan oleh Allah SWT.

3. Belajar berenang

Sunah Rasulullah berikutnya yang bisa kita kenalkan kepada buah hati adalah mengajaknya untuk belajar berenang.

Untuk anak usia dini, cukup kenalkan mereka pada air saat mengunjungi kolam renang.

Ajak anak agar terbiasa dan nyaman bermain di kolam renang. Pastinya, pengawasan ketat oleh orang tua sangat diperlukan agar terhindar dari bahaya.

Jangan lupa untuk memperhatikan pemilihan baju renang yang bisa menutup aurat. Dewasa ini sudah banyak produsen baju renang yang menawarkannya.

Untuk anak laki-laki, sebaiknya memilih baju renang yang menutup perut hingga di bawah lutut.

Bagi anak perempuan, bisa menggunakan baju renang muslimah lengkap dengan penutup kepala.

4. Minum madu

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”(QS: An-Nahl: 69)

Madu mengandung segala kebaikan dan manfaat yang diperlukan oleh tubuh.

Waktu terbaik meminum madu adalah saat pagi hari ketika perut dalam keadaan kosong.

Madu tersebut akan melapisi lambung, bersifat antibakteri, dan kaya antioksidan.

5. Membaca shalawat

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408)

Mengajarkan anak usia dini untuk membaca shalawat adalah perkara gampang.

Yang menantang adalah membuat mereka konsisten untuk membacanya. Seperti yang dialami oleh K (3 tahun 1 bulan).

Cara sederhana yang bisa dicoba umpamanya melantunkan shalawat saat sedang berjalan kaki di pagi hari, ketika sedang sakit, sesaat menjelang tidur, atau sewaktu dalam perjalanan.

Bilamana orang tua acapkali mengajak bershalawat bersama, diharapkan ikhtiar tersebut membangun kebiasaan mereka untuk terbiasa bershalawat.

Waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak shalawat adalah pada hari Jumat.

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

 

Bagaimana, mau mencoba mengenalkan Rasulullah kepada buah hati melalui 5 langkah sederhana di atas?

Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan. Selamat berikhtiar bersama!

 

Referensi:
http://hadits.in/muslim/3762

http://hadits.in/bukhari/974

Rumaysho

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*