Bagaimana Anak Usia Dini Mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? (Part 1)

Memutar kembali memori kala K masih berusia kurang dari 12 bulan, dalam beberapa kesempatan kami pernah memperdengarkan lagu anak-anak tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seiring perkembangannya, kami memilih beberapa cara berikut agar K mengenal betapa mulianya akhlak Rasulullah.

 

Untuk memulainya, tentunya kamilah yang terlebih dahulu mempelajari secara pelan-pelan bagaimana panduan kehidupan sehari-hari yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Kami berikhtiar mendampingi tumbuh kembang K (3 tahun) sesuai sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ikhtiar tersebut bukanlah tanpa tantangan, apalagi di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif.

Meyakini bahwa beliau adalah manusia pilihan dan segala hal yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengandung kebaikan, itu adalah satu prinsip yang kami pegang.

Apa sajakah ikhtiar tersebut?

1. Kenalkan anak dengan Sang Pencipta.

Mengenalkan anak usia dini kepada Allah SWT adalah pekerjaan utama kami sebagai orang tua. Bagaimana mengenalkan sesuatu yang abstrak agar mudah diterima oleh K?

Cara paling gampang adalah mengenalkan makhluk ciptaan-Nya yang dibungkus dalam kemasan menarik, seperti membaca buku cerita, berjalan-jalan di sekitar rumah,  maupun saat bermain bersama.

“Kak, Ibu lagi bikin gambar matahari. Matahari ciptaan siapa ya, Kakak tahu?”
“Awoh, Ibu!” (Allah, Ibu)

Menunjukkan betapa Allah SWT begitu menyayangi manusia dengan segenap nikmat yang diberikan, tak lupa kami kenalkan juga.

Nikmat sehat, kemudahan, dan kelancaran, misalnya, kami terjemahkan dalam bahasa yang mampu dicerna oleh K.

“Alhamdulillah Kakak K sehat, ayo berdoa, bilang terima kasih ke Allah ya!”
“Tasih Awoh.” (Terima kasih Allah)

Mencoba membuat K paham bahwa pada setiap kejadian selalu ada campur tangan Allah SWT juga kami lakukan.

“Wah, bukunya baru ya, Kak? Sudah bilang terima kasih ke Allah?”
“Tasih Awoh.” (Terima kasih Allah)

“Kakak kalau pengen apa-apa, mintanya ke Allah ya, karena Allah yang punya semuanya, Allah Maha Kaya lho!”

Tak lupa, kami ajak K untuk mengenali lafadz Allah SWT melalui aneka aktivitas. Melukis, mewarnai, membaca buku, ataupun kala mengaji bersama.

2. Mengajarkan kalimat tauhid.

Imam Ahmad bin Abdullah bin Amr telah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Nabi Nuh ‘alaihissalam berkata kepada anaknya ketika akan meninggal, ‘Aku memerintahmu untuk mengucapkan lailaha illallah. Karena tujuh langit dan tujuh bumi itu seandainya berada di satu timbangan, sedangkan lailaha illallah berada di sebelahnya, niscaya lailaha illallah lebih berat.” (HR. Sunan Ibnu Majah)

Implementasi salah satu pendidikan anak a la Rasulullah ini bisa dalam bentuk sejumlah aktivitas.

Ambil contoh saat berdzikir bersama. Kalimat lailaha illallah bisa dilantunkan usai sholat, sebelum tidur, ataupun saat sedang dalam perjalanan.

3. Lakukan tata cara makan yang islami.

Sedari awal diberikan MP-ASI kami juga mulai mengajarkan bagaimana tata cara makan dan minum yang islami kepada K.

Makan dan minum dalam posisi duduk, menggunakan tangan kanan, membaca Bismillaahirrahmaanirrahim sebelum makan dan minum, kemudian menutupnya dengan Hamdalah adalah beberapa hal yang konsisten kami kenalkan kepada K.

Seiring bertambahnya usia K, menanamkan kebiasaan tersebut pun mulai menghadapi tantangan.

Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, tak jarang kami harus bernegosiasi dengan K untuk melakukan hal-hal sederhana semisal makan.

“Ibu, K mau uis uis (tulis-tulis).”
“Ayah, K mamam es kim (makan es krim).”

Belum lagi saat mengucapkan Basmalah terkadang dibuat sangat singkat atau dibuat lirih hampir tak terdengar. Semakin menantang bukan? Haha.

4. Buang air kecil (BAK) dengan posisi jongkok.

Kendati di sejumlah ruang publik sangat sukar dijumpai desain toilet yang islami, mengajarkan K untuk BAK dengan posisi jongkok adalah bentuk ikhtiar kami untuk meniru teladan dari Rasulullah.

Kala sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan misalnya, mayoritas toilet hampir bisa dipastikan jenis toilet duduk atau berdiri. Tak heran bila insiden kecil hampir pasti kami jumpai.

Mengapa harus dalam posisi berjongkok? Salah satu sunah Rasulullah adalah kencing dalam posisi jongkok.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Siapa yang menyampaikan kepada kalian bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kencing sambil berdiri, maka jangan kalian percaya. Beliau setiap kencing pasti berjongkok.” (HR. Tirmidzi)

Di balik sunah tersebut, kami meyakini ada kebaikan di dalamnya. Misalnya dari segi kesehatan, bisa mencegah tertularnya penyakit yang menular melalui penggunaan toilet duduk di ruang publik.

5. Potong rambut anak sesuai sunah Rasulullah.

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah melarang qaza’. Aku bertanya kepada Nafi’, “Apakah qaza’ itu?” Nafi’ menjawab, “Mencukur sebagian rambut bayi dan membiarkan sebagian yang lain.” (HR. Muslim)

Yang lebih ditekankan sebagai tuntunan ialah mencukur rambut kepala secara keseluruhan.

Pada masa sekarang ini, jamak ditemui anak kecil memiliki model rambut a la para pemain bola: dipangkas habis di bagian depan, sementara bagian belakangnya dibiarkan terurai panjang. Duh!

Untuk K, yang membutuhkan negosiasi lumayan alot saat mengajaknya potong rambut, memangkas habis rambutnya merupakan pilihan yang sering kami ambil.

Tak perlu sering mengunjungi tukang cukur dan irit shampoo juga kan? Haha.

Bagaimana, mudah bukan? Ada yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman?

Semoga kita semua sama-sama diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk mengikuti sunah Rasulullah, dimulai dari hal sederhana.

 
Referensi:

Islamic Parenting: Pendidikan Anak Metode Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Syaikh Jamal Abdurrahman, PT Aqwam Media Profetika, Desember 2016

A Gift #chapter 2: Kumpulan Status FB Bunda Kaska, Raplika Studio, September 2016

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*