Melukis Lafadz Nabi Muhammad

Membuat anak usia dini mengenali Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa dalam aneka aktivitas. Yang paling utama, kenali dulu minat anak dan sertakan profil Rasulullah dalam aktivitas mainnya.

 

Sebelum mengenal lafadz Rasulullah, K (32 bulan) telah lebih dahulu familiar dengan lafadz Allah SWT.

Melalui kegiatan melukis, K semakin mengenali lafadz Allah SWT. Hasil karyanya, yang dibantu oleh Ayah dan Ibu tentu saja, kami pajang di dekat tempat tidur.

Hal inilah yang semakin membuatnya lebih cepat mengenali bila sedang membaca buku Iqro’ atau sedang mendengarkan kami membaca Al-Qur’an.

Tak lupa, jari mungilnya akan bergerak menunjuk lafadz Allah SWT yang dia temukan di setiap halaman yang dibaca.

“Ibu, ini Awoh (Allah).”
“Ayah, ada Awoh (Allah) banyaak.”

Artikel sejenis: “Tape Painting”: Mengenal Lafadz Allah SWT

Berlanjut kemudian, kami mulai mengenalkannya pada lafadz Rasulullah.

Sebenarnya, lafadz tersebut sudah kami kenalkan saat mengajaknya membaca buku kisah Rasulullah maupun kisah-kisah sahabat beliau.

Namun, K yang masih belum menunjukkan minat untuk mengenali huruf abjad, akan mudah berpaling ke aktivitas lain saat kami bacakan buku.

Tak habis akal, kami pun melakukan metode yang sama seperti mengenalkan lafadz Allah SWT. Apalagi kalau bukan melukis.

Masih menggunakan ide tape painting, bedanya kali ini kami hanya menggunakan warna hijau dan kuning saja.

Tujuannya, agar K lebih familiar dengan warna kuning dan hijau. Tak lupa, kami tambahkan pernik tambahan berupa kancing baju dengan warna senada.

Awalnya, K masih sibuk dengan hot wheels. Di sampingnya, Ibu mempersiapkan cat akrilik, kanvas, dan peralatan lainnya sendirian.

Padahal, biasanya K akan antusias sejak proses menyiapkan alat ketika mengetahui akan diajak melukis.

“K, mau melukis?”
“Dak (gak).”

Jawaban singkat tersebut menyiratkan bahwa dia tak ingin diganggu, sedang asyik memainkan mobil-mobil kecilnya di atas lintasannya.

Ibu pun melanjutkan membuat ornamen segitiga di sisi atas dan bawah kanvas dengan selotip kertas dan menyelesaikannya.

Begitu kertas stiker ditempelkan, tiba-tiba K meminta untuk ikut melukis. Akhirnya tertarik juga ya, K? Haha.

K segera mengambil alih cat akrilik, memencetnya sendiri, meminta air, mengaduknya dengan kuas, dan mencoret kanvas.

“Ibu, K mau hijau saja.”
“K dak (gak) mau kuning.”

Lalu, K meminta kancing baju dan lem. Tapi Ibu menolaknya, mengingat lem yang dipakai bukan buatan sendiri, takut tertelan.

Jadi, K hanya mendapatkan tugas menempelkannya saja. Hehe.

Bagaimana, mau mencoba aktivitas melukis lafadz Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dengan buah hati?

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*