Ayam Panggang Madu

Tak sedikit orang tua yang menambahkan madu kedalam menu harian anaknya. Untuk MP-ASI ada baiknya pemberian madu ditunda dahulu hingga anak telah menginjak usia 1 tahun.

 

 

Madu merupakan salah satu bahan makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan.

Mengapa tak diperbolehkan? Hal ini disebabkan oleh kandungan botulinum toxin di dalam madu yang dapat merusak saraf anak.

Alih-alih menyehatkan, pemberian madu untuk bayi di bawah umur 12 bulan malah akan membahayakan. Melemahnya fungsi otot juga patut diwaspadai sebagaimana diungkap oleh Kids Health di bawah ini.

Clostridium bacteria that cause infant botulism usually thrive in soil and dust. However, they can also contaminate certain foods — honey in particular. Infant botulism can cause muscle weakness, with signs like poor sucking, a weak cry, constipation, and an overall decreased muscle tone (floppiness). (Kids Health)

Bagaimana dengan K? Kendati ayah dan ibunya terbilang cukup rajin mengonsumsi madu, namun kami memilih menundanya hingga K berumur 24 bulan.

Artikel sejenis: Siomay Ayam Kembang Tahu

Tak ada alasan khusus yang mendasari, hanya lebih kepada pertimbangan menunggu waktu yang tepat saat kekebalan tubuhnya semakin bagus.

Bila ada yang mulai memberikan saat anak umur 12 bulan, tidak ada salahnya juga. Kembali kepada kebijakan masing-masing orang tua.

Serupa dengan kurma, yang memikat indera pencecapnya melalui rasa manisnya, tak butuh waktu lama bagi K (24 bulan) untuk mengakrabinya.

“Bubi..Mimi (minum) madu..”
“Madu habis, Bubi!”

Kedua reaksi spontan itu nyaris terjadi setiap kali K meminum sesendok teh madu setiap harinya.

Kemasan madu bekas akan dimainkannya, sambil berpura-pura menuangkannya di atas sendok dan meminumnya. Padahal, isinya kosong. Hehe.

Bahkan, ketika aku membuatkannya Ayam Panggang Madu, K berinisiatif mengambil kemasan madu yang sudah kosong dan menuangkannya di atas loyang. Haha.

Sudah siap mencatat resepnya?

Ayam Panggang Madu
(Inspirasi resep dari JTT dan dimodifikasi sendiri)

 

Bahan:
• Fillet dada ayam bagian atas, diambil dari 1 ekor ayam, potong fillet sesuai ukuran yang diinginkan
• 4 siung bawang putih, parut
• 3 siung bawang merah, parut
• 1 ruas jahe, parut
• 2 sendok makan kecap asin
• 3 sendok makan saus tomat
• 1 sendok makan tepung maizena
• 1 sendok makan minyak sayur/minyak goreng
• 2 sendok makan madu
• 1 sendok makan madu untuk olesan
• Daun Rosemary kering
• Roti tawar, potong kotak
• Sayuran pelengkap: wortel, brokoli, mentimun

 

Proses memasak:
1. Cuci bersih fillet dada ayam, buang lemak, kulit, dan tulang jika ada yang menempel.

2. Masukkan parutan bawang putih, bawang merah, dan jahe kedalam kantong plastik.

3. Tambahkan kecap manis, saus tomat, tepung maizena, minyak sayur/minyak goreng, dan madu.

4. Campur semua bumbu dan masukkan fillet dada ayam kedalam plastik hingga ayam terlumuri dengan sempurna. Ikat kantong plastik dan letakkan di atas wadah.

5. Rendam ayam beserta bumbu di lemari es semalaman.

6. Keluarkan ayam, tunggu hingga bersuhu ruangan. Panaskan oven, siapkan loyang yang telah diolesi mentega/margarin/minyak sayur/minyak goreng.

7. Taruh ayam di atas loyang, taburi daun rosemary kering, dan tambahkan 1 sendok makan madu. Panggang hingga ayam matang. (Aku memanggang pakai oven tangkring sekitar 2 jam).

8. Gilas roti tawar yang telah dipotong kotak hingga tipis. Panggang di cetakan muffin/cupcake hingga teksturnya menjadi renyah.

9. Sayuran pelengkap: potong sesuai keinginan, taruh di loyang, bumbui dengan garam dan merica hitam, tutup dengan alumunium foil. Panggang hingga sayuran matang namun masih bertekstur renyah, sekitar 30 menit.

Agar tampilan tak didominasi oleh ayam sebagai bahan utama, maka disajikanlah dalam bentuk salad. Idenya mengambil dari buku “MasterChef Indonesia: Hot & Spicy Recipes” Inspired by Season 1 & 2.

Lalu, rasanya bagaimana ya? Alhamdulillah K dan ayahnya menghabiskan menu ini hingga loyangnya bersih. Tak tersisa satupun. Haha.

Gampang bukan memasaknya? Yuk, dicoba di rumah. Insya Allah si kecil juga akan menyukainya.

 
Referensi:
Milis Sehat

Kids Health

 

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*