Menikmati Shalat Jumat di Masjid Agung Surabaya

Masjid, tempat di mana wahyu Sang Pencipta setiap hari dilantunkan, bisa dikenalkan dalam aneka aktivitas yang menarik untuk anak usia dini. Di antaranya, mengajak sang anak untuk melakukan shalat bersama.

 

Pada bulan Februari 2017 lalu, kami berkesempatan mengunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) untuk melaksanakan shalat Jumat.

K (29 bulan) memang sedang memiliki antusiasme yang besar terhadap segala hal mengenai huruf hijaiyah dan masjid.

“Ayah, K mau shoak (sholat) di masjim (masjid).”
“Ibu, K itut (ikut) kakek ke masjim (masjid).”

Tatkala mengetahui bahwa sedang dalam perjalanan menuju masjid, K yang biasanya tidur pada kisaran pukul 11 siang, pada hari itu benar-benar terjaga. Haha.

Sebelum waktu shalat tiba, K kami ajak untuk menaiki menara yang terletak di dalam kompleks masjid yang memiliki 3 lantai.

Sesampainya di lantai teratas, kami disuguhi pemandangan kota Surabaya yang begitu padat dengan pemukiman penduduk.

Lalu-lalang kendaraan di jalan tol tak luput dari perhatian K.

“Ada tuk (truk), Ayah iat (lihat).”
“Hao (halo) mobim (mobil).”

Dan jemari mungilnya dengan lincah menyentuh kaca mengikuti arah mobil yang melaju di tol.

Selang beberap menit kemudian, kami bersiap untuk melaksanakan shalat Jumat.

Nuansa biru: interior masjid didominasi warna biru.

Ini adalah shalat Jumat pertama bagi K, dengan frekuensi jamaah yang jauh lebih banyak daripada masjid di dekat rumah.

Ada kalanya kami was-was saat mengajak K shalat di masjid. Selain karena anaknya memang belum bisa betah duduk dalam waktu lama, terkadang ada masjid yang tidak mengijinkan anak-anak kecil untuk shalat di dalamnya.

Mungkin, untuk menghindari terganggunya jamaah lain yang sedang beribadah.

Alhamdulillah, di Masjid Agung Surabaya kekhawatiran itu sirna. Saat kami datang dan menempati shaf paling depan di bagian khusus perempuan, hampir tak terlihat ada ibu yang membawa buah hatinya ikut serta.

Menjelang dikumandangkannya adzan, tampak rombongan anak-anak sekolah yang mengisi shaf di belakang kami. Beberapa ibu-ibu pun terlihat menggendong anak dan mengajaknya untuk shalat. Syukurlah, kami tak sendirian. Haha.

Setelah shalat, kami pun mulai berjalan-jalan di kompleks masjid dan menemukan areal bermain untuk anak-anak. Namun, areal tersebut ternyata milik sekolah taman kanak-kanak dan tidak terbuka untuk umum.

Melewati areal parkir, saat kami ke sana sedang dibangun taman yang menyediakan spot khusus untuk berfoto dan bangku panjang yang teduh di bawah naungan pohon. Hmmm…sejuk banget!

“Ibu, K pegang masjid.”

Ketika dalam perjalanan pulang dan ditanya, “K, mau sholat di sini lagi?” Dengan lantang dia menjawab “Mau!” Haha.

Bagaimana, menarik bukan?

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*