Menyapa “Urticaria”

Urticaria atau dalam bahasa awam dikenal dengan biduran biasanya timbul karena dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya, bisa merupakan reaksi alergi.

 

 

Urticaria bisa jadi penanda bahwa tubuh bereaksi dengan beberapa hal seperti alergi makanan serta kontak dengan hewan (sengatan lebah atau gigitan serangga), paparan suhu baik suhu dingin maupun panas, penanda infeksi, hingga obat-obatan tertentu (semisal antibiotik).

Pada umumnya, urticaria dibedakan menjadi 2 jenis, yakni acute urticaria (gejala akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari dengan rentang waktu kurang dari 6 minggu) dan chronic urticaria (gejala menghilang dalam durasi lebih dari 6 minggu).

Namun, ketika menelusuri DermnetNZ kami menemukan bahwa urticaria dikategorikan sebagai berikut:
1. Symptomatic dermographism
2. Cold urticaria
3. Cholinergic urticaria
4. Contact urticaria
5. Delayed pressure urticaria
6. Solar urticaria
7. Heat urticaria
8. Vibratory urticaria
9. Aquagenic urticaria

Kenali pemicunya

Pertengahan Februari 2017 ketika berusia 26 bulan, hampir di seluruh tubuh K muncul bercak-bercak merah.

Dalam masa observasi selama 3 hari, kami mencatat tidak terjadi penurunan nafsu makan, sesak napas, demam, dan tidak ada tanda gawat darurat lainnya. Di samping itu, K masih beraktivitas seperti biasa.

Semula, kami mengira bercak kemerahan tersebut merupakan reaksi alergi makanan yang akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa jam.

Bercak kemerahan juga tak menetap, kadang timbul dan hilang. Melihat gejala klinis K yang masih beraktivitas normal maka kami melanjutkan observasi sampai hari ketiga.

Setelah melewati masa observasi 3×24 jam tanpa tanda gawat darurat namun bercak kemerahan masih timbul di seluruh badan K, akhirnya kami memutuskan berkonsultasi ke dokter untuk penegakan diagnosa.

Sesaat usai mengecek bercak kemerahan dan menanyakan aktivitas terakhir yang dilakukan K, dokter menyimpulkan bahwa K terkena urticaria.

Lebih tepatnya cold urticaria apabila mengacu pada informasi berikut:

Cold urticaria is a relatively uncommon physical urticaria. An urticarial rash develops after being exposed to cold, cold water, and cold objects. (DermnetNZ)

Seketika kami pun teringat bahwa K sempat memberitahu kalau airnya dingin “Ayah ai (air) dindin (dingin)!” manakala K minta berendam di bak mandinya beberapa hari sebelum dia biduran. Duh, maafkan kami ya K..

Berikut cuplikan dialog kami dengan dokter, sebagai penambah informasi penanganan urticaria atau biduran.

No. 1
“Kenapa baru sekarang muncul ya, Dok? Padahal sejak usia 1 tahunan setiap hari juga mandi air dingin, terkena paparan suhu dingin AC saat tidur di malam hari, dan sesekali berenang.”

“Mungkin kekebalan tubuhnya kurang bagus, Bu. Kalau AC kan tidak langsung kontak dengan kulitnya. Kalau mau bisa dites dengan meletakkan es batu ke kulitnya, beberapa saat kemudian akan timbul bercak kemerahan, karena terjadi kontak langsung.”

No. 2
“Kalau mau berenang gimana ya, Dok?”

“Bisa dikasih obat untuk mencegah timbulnya biduran, diminum sebelum berenang.”

No. 3
“Apakah genetik, Dok? Mengingat saya dan suami juga memiliki reaksi alergi pada makanan tertentu.”

“Bidurannya bisa muncul karena ada reaksi alergi. Apalagi orang tuanya juga memiliki alergi makanan, Bu.”

Waspadai puyer

Setelah mengamati kondisi K selama 3 hari, kami pun pergi ke dokter spesialis anak.

Kami sudah berusaha mencari namun tidak menemukan kondisi yang sama seperti yang dialami K. Bisa jadi, kata kunci yang dipakai tak tepat tatkala berselancar di website kesehatan yang bisa digunakan sebagai referensi.

Karena tak berbekal informasi yang memadai sebelum bertemu dokter, alhasil perawatan dan jenis obat apa yang disarankan oleh sejumlah website kesehatan terpercaya tak kami kuasai pula.

Ketika dokter menawarkan obat berbentuk puyer, terlebih dahulu kami tanyakan apakah ada obat yang bisa dibeli dalam bentuk satuan.

Maksudnya, obatnya dikemas secara terpisah, tidak diracik dan tak dicampur dengan obat lainnya. Namun dokter mengatakan, “Akan ada beberapa obat yang diminum, Bu. Bisa 3 sampai 4 jenis.”

Sewaktu menunggu antrean di bagian farmasi, kami menyempatkan diri untuk mengecek obat yang akan diracik sebagai puyer dan salah satunya tertera jenis obat antihistamin.

Kami segera meluncur ke drugs dot com dan menemukan informasi di bawah ini:

To relieve most uncomplicated episodes of hives, your doctor may suggest that you apply calamine lotion and/or take a nonprescription antihistamine medication. It is critical to relieve the itching because scratching can stimulate more hives and itching. (Drugs dot com)

Akhirnya, kami memutuskan untuk tidak memberikan puyer dan membeli antihistamin generik di apotek.

Mengapa kami menolak puyer? Penjelasan singkat dari dr Arifianto berikut mungkin bisa mewakilinya.

“Bayangkan saja, beberapa jenis obat, digerus dalam satu wadah/lumpang, kemudian dikerok dengan kertas, dan dibagi-bagi ke beberapa lembaran kertas puyer dengan mata telanjang.

Yakin bahwa tiap kertas puyer memiliki dosis miligram yang sama? Diberikan ke anak kecil pula (tentu saja, namanya juga puyer), yang dosisnya harus benar-benar akurat.

Penyimpangan dosis sebesar sekian miligram dapat menimbulkan efek samping dan keracunan obat. Belum lagi potensi interaksi kimiawi/farmasetik antar obat yang dicampur dalam satu sediaan.

Bisa jadi mengurangi potensi obat, sehingga pemberian obat tidak memberikan efek (lalu untuk apa diberi obat), atau menyebabkan potensi efek samping dan toksisitasnya meningkat. Yang timbul adalah penyakit baru gara-gara minum puyer.

Kemudian lumpang yang belum bersih benar digunakan lagi untuk mencampur obat-obatan baru dari pasien lain. Logikanya adalah sangat mungkin tercampur dengan serbuk sisa obat-obatan sebelumnya.”

Alhamdulillah, usai meminum antihistamin dalam bentuk sirup yang kami beli berdasarkan rekomendasi drugs dot com, biduran di tubuh K berangsur menghilang.

Ada yang memiliki pengalaman sejenis? Mari berbagi di sini ya!

 
Referensi:
NHS UK

DermnetNZ

DermnetNZ

Drugsdotcom

dr Arifianto

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*