5 Masakan Berkuah untuk Buah Hati (Part 2)

Masakan berkuah bisa dibuat dalam 2 jenis kuah, yakni bening nan menyegarkan maupun yang lebih kental dan berwarna. Bagi buah hati, keduanya bisa hadir dalam menu MP-ASI.

 

Baik kuah bening maupun yang lebih kental, keduanya sama-sama menjadi favorit K. Masakan berkuah memang lebih banyak penggemarnya.

Selain melimpah, kuahnya mampu mendorong masuk makanan tanpa harus mengambil segelas air putih, campuran bumbu dan rempah-rempah di dalamnya kian memikat.

Jika disajikan masakan tanpa kuah, K akan cepat sekali menandaskan segelas air putih yang ada di kursi makannya. 1, 2, bahkan 3 gelas dalam sekali makan!

Lain halnya saat menyantap masakan berkuah. Segelas air putih akan awet bertengger di samping piring makannya.

Sebagai gantinya, K akan meminta lagi begitu kuah yang ada di wadah makannya habis diseruput. “Bubi, uah (kuah) habis!”

Sedari awal K diperkenalkan dengan makanan baru, proses memasak karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayuran diusahakan tidak dicampur sekaligus.

Mengapa? Bila sejumlah bahan makanan dimasak dan dihaluskan menjadi satu maka anak akan kesulitan untuk mengenal rasa dan tekstur setiap bahan.

Metode tersebut memang sedikit merepotkan, karena ini berarti setiap bahan yang ada dimasak secara terpisah, lalu ditaruh di dalam 1 piring saat akan dimakan oleh K.

Protein hewani dimasak terpisah. Protein nabati disiapkan tersendiri.

Sayuran dikukus dan dilumatkan masing-masing secara terpisah.

Bumbu dasar, bumbu aromatik, dan protein hewani/nabati/sayuran ditumis secara terpisah.

Makanan bervitamin C semisal tomat, jeruk, lemon, dan lainnya ditambahkan secara terpisah.

 

Pemisahan makanan akan memberikan kesempatan pada K untuk mengenal bagaimana rasa dan tekstur setiap bahan.

Sehingga di kemudian hari diharapkan dia akan mengulang kembali memorinya tentang pengalaman rasa makanan yang sudah dia lalui dan tidak menjadi picky eater.

Artikel sejenis: Serba-serbi MP-ASI

Ketika dia sudah mengenal dan akrab dengan rasa manis alami wortel saat masih disajikan dalam bentuk makanan halus, sangat mudah baginya untuk menyukai wortel dalam bentuk finger food yang disajikan berupa potongan kecil.

Bubur tempe yang hambar dipadu dengan bumbu aromatik saat dia berumur 6 bulan, tak menghalanginya untuk menjadikan tempe sebagai protein nabati terfavoritnya hingga kini.

Karena lidahnya sudah mengenali dan merekam bagaimana rasa dan tekstur tempe, K begitu menyukai tempe baik ketika dilumatkan, diiris kecil, maupun disajikan sebagai kudapan.

Bagi K, cara tersebut berhasil lho. Alhamdulillah..

Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat masakan berkuah bagi si kecil? Apa saja yang dia sukai, Insya Allah bisa kok, rajinlah berselancar di dunia maya untuk menemukan contekan ide memasak. Seperti ibunya K. Haha.

Penasaran? Yuk, intip sejumlah menu masakan berkuah yang aku siapkan buat K.

  1. Sup Daging Berempah

Sekilas, tampilannya mirip sekali dengan sop buntut/sup iga sapi/sayur sop. Ya, memang bahan dan bumbunya kurang lebih sama. Haha.

P1060730

Sup daging ini dibuat dari irisan daging sapi yang direbus dalam waktu 2-3 jam atau sampai daging lunak dan bisa dikunyah oleh anak.

Bila anak masih dalam tahapan makanan cincang, maka cincang dahulu sebelum direbus ya.

Jikalau si kecil masih dalam tahapan makanan halus/lumat, sebaiknya haluskan terlebih dahulu dengan blender.

Sayuran yang digunakan juga bisa disesuaikan dengan kesukaan anak. Wortel, baby buncis, brokoli, kentang, irisan tomat, ataupun lainnya juga sah-sah saja kok.

Yang paling penting, anak menyukai dan melahapnya sampai habis. Hehe.

 

  1. Soto Ayam Kampung

Mencontek resep soto ayam negeri yang biasa disajikan di rumah Mbah Putrinya, menu soto selalu berhasil memikat K dalam segala situasi, saat sehat maupun sedang batuk pilek kala musim hujan sekarang.

P1080101

Kuahnya yang masih hangat, gurihnya daging dan kaldu ayam kampung, irisan telur ayam rebus, aneka sayuran, diakhiri dengan perasan air jeruk nipis benar-benar melegakan tenggorokan dan hidung saat K sedang batuk pilek.

Saluran pernapasan menjadi lebih lega, ingus lebih encer, dan kondisi badan berangsur membaik. Siap ngejar-ngejar ayam lagi ya, K!

Proses memasaknya juga gampang. Masaklah daging ayam dengan sedikit air, cukup sampai daging terendam dan setengah matang hinggga semua kotorannya keluar.

Setelahnya, cuci bersih daging dan panci untuk memasak.

Kemudian, masak dengan api sedang sampai ayam kampung terasa empuk, lalu masukkan tumisan bumbu dan rempah-rempah, bumbu aromatik (daun jeruk serta serai), irisan bawang merah dan bawang putih yang digoreng, gula dan garam secukupnya, lalu taburi dengan daun bawang dan daun seledri.

Sayuran pelengkap bisa dikukus atau direbus. Bila direbus, kaldu sayuran bisa dimasukkan kedalam kuah soto agar gizinya tidak terbuang.

 

  1. Sup Ayam dan Jamur Kancing

Resep sup ayam dan jamur kancing sudah pernah aku bagi di sini ya. Pilih jamur kancing segar agar aroma dan rasanya lebih lezat saat ditumis dengan daging ayam.

Bila menyukai keju, menaburkannya di atas piring juga bisa dicoba lho.

P1080076

 

  1. Sayur Bening dan Bola-bola Tempe

Bola-bola tempe menjadi alternatif menu berbahan dasar tempe. Agar K tidak bosan dengan tampilan tempe yang itu-itu saja, dibuatlah menu ini dengan sedikit tenaga dan waktu tambahan.

P1070087

Haluskan tempe dengan ulekan, masukkan cincangan daging sapi/daging ayam, bumbu dasar, daun bawang, lalu rebus bersamaan dengan memasak sayur bening.

Isian sayur bening juga bisa divariasikan dan disesuaikan dengan favorit anak.

Untuk K, sayur bening biasanya dibuat dari daun sawi, wortel, serutan jagung manis, sayur oyong, yang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, dan kunci (bahasa Jawa).

Artikel sejenis: Omelet Kerang dan Sayur Sop

  1. Sup Merah Isi Daging dan Aneka Sayuran

Sup merah yang kental dan berwarna ini juga tak kalah pamornya dengan sup bening.

Rasa asam dan warna merah berasal dari kombinasi tomat segar yang dilumatkan dengan blender dan saus tomat botolan.

Sausnya dikentalkan dengan sesendok tepung maizena.

P1080410

Untuk bahan isian bisa menggunakan daging sapi cincang, jagung manis, dan wortel.

Sesekali ditambahkan sosis sapi, namun K masih belum boleh menyantapnya, jadi untuk ayah dan ibunya saja ya. Haha.

Semangkuk sup merah hangat terasa sangat menenangkan. Meski terlihat kurang serasi, sup merah ini seringkali kami santap sebagai teman nasi putih hangat.

Bisa juga disantap bersama dengan roti baguette. Enak deh!

 

Semoga 5 resep masakan berkuah di atas bisa menginspirasi ya. Tertarik untuk mencobanya di rumah?

 

 

 

 

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

One thought on “5 Masakan Berkuah untuk Buah Hati (Part 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*