5 Masakan Berkuah untuk Buah Hati (Part 1)

Masakan berkuah telah terbukti memenangkan hati banyak orang, tanpa terkecuali si kecil di rumah. Kuah yang melimpah sarat dengan rempah dijamin akan membuat nafsu makan meningkat.

 

Segala jenis makanan berkuah, utamanya yang bening nan menyegarkan, apabila diletakkan di kursi makannya akan membuat K (24 bulan) segera berpaling dari aktivitasnya.

Kalau ditanya “K mau makan apa?”, bukan lauk yang akan disebutkan sebagai jawaban pertamanya, melainkan “Mamam uah..uaaah (kuah)…Bubi.”

Mungkin sudah jamak terjadi jikalau mayoritas anak-anak lebih menyukai masakan berkuah daripada yang tanpa kuah.

Kita saja yang dewasa juga akan mengiyakan bukan? Lebih segar, apalagi jika kuahnya masih hangat, ditambah nasi yang mengepul, bisa-bisa lupa diri dengan timbangan yang kian merangkak naik. Haha.

Ada begitu banyak bahan pangan lokal yang bisa dijadikan bahan utama maupun pendukungnya.

Bagi penyuka ikan, bisa dibuatkan sup ikan dengan kucuran jeruk nipis atau irisan tomat.

Artikel sejenis: Omelet Kerang dan Sayur Sop

Mereka yang menyenangi daging, tentu saja akrab dengan rawon. Lebih memilih ayam sebagai sumber protein? Tak mengapa, buatkan saja soto ayam yang dilengkapi irisan telur dan aneka sayuran. Opsi yang tersedia banyak sekali bukan?

Nah, berikut ini beberapa varian masakan berkuah yang aku siapkan ketika membuatkan menu MP-ASI buat K sejak dia memulai untuk kali pertama hingga kini usianya menginjak 24 bulan.

Yuk, dicek di bawah ini ya!

  1. Sup Labu Kuning

Di awal-awal pemberian menu MP-ASI, labu kuning kami jadikan alternatif sumber karbohidrat buat K.

Pada mulanya, K begitu menyukai labu kuning, baik itu dikukus, dipanggang, maupun saat dimasak dalam bentuk sup.

Teksturnya yang lembut dengan rasa manis alami, sungguh memikat K.

P1060341

Namun seiring berjalannya waktu, dia lebih menyukai saat labu kuning dimasak menjadi kolak bersantan, tapi yang dimakan dengan antusias malah bijinya yang lebih kriuk-kriuk.

K cuman menunjuk-nunjuk, menunggu dengan penuh kesabaran tatkala ibunya mengupas biji labu…lalu hap! Beberapa biji labu tersebut tandas di mulut mungilnya dalam waktu singkat. Haha.

Selain labu kuning sebagai bahan utama, sup ini dipadu dengan aneka sayuran, kuah kaldu yang dibuat sendiri, rempah alami, serta taburan keju.

Di lain waktu, kadang juga ditambahkan susu UHT. Semuanya dimakan dengan lahap. Hehe.

 

  1. Sup Jagung Manis Plus Sayuran

Jagung manis bisa juga diolah menjadi masakan berkuah lho¸walaupun kuahnya tidak begitu banyak.

Salah satu sumber karbohidrat ini biasanya diproses sebagai menu pendukung untuk sayur bening, sup merah, topping untuk spaghetti, atau disisir dan dikukus sebagai kudapan di sela waktu makannya K.

P1060653

Sup jagung dengan tekstur lembut ini juga menjadi alternatif olahan jagung manis yang tak pernah ditolak oleh K sewaktu dia masih bayi.

Manisnya rasa jagung ditemani gurihnya homemade tofu, telur puyuh, lalu taburan daun seledri sungguh menggoda.

Tentu saja, untuk anak di bawah usia 1 tahun tak perlu menambahkan gula, garam, dan penyedap sintetis ya!

Artikel sejenis: Serba-serbi MP-ASI

  1. Sup Ikan

Sup berbahan dasar ikan laut maupun ikan tawar juga beberapa kali menghiasi menu MP-ASI untuk K. Yang paling sering hadir adalah asem-asem ikan patin.

Sedangkan untuk jenis sup ikan yang lain hanya sesekali dibuat untuk K.

P1060595

Agar kandungan gizinya terpenuhi secara lengkap, sup ikan yang dibuat biasanya dilengkapi dengan protein nabati, sayuran, makanan bervitamin C agar memaksimalkan penyerapan zat besi, serta lemak.

Lemak ini berupa minyak zaitun/margarin/sumber lemak lainnya yang digunakan untuk menumis bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, maupun rempah-rempah yang digunakan.

Hmm…lezat!

 

  1. Rawon Ikan Tongkol

Pada umumnya masakan yang menggunakan kluwak hadir dalam bentuk rawon daging sapi.

Kali ini, terinspirasi dari resep yang ada di JTT, salah satu web terfavorit ibunya K untuk urusan dapur, maka daging sapi digantikan dengan ikan tongkol.

P1060938

Untuk mencegah daging ikan hancur saat dimasukkan dan dimasak kedalam kuah, sebaiknya ikan digoreng terlebih dahulu.

Untuk menemani ikan tongkol, bisa dimasukkan aneka sayuran favorit si kecil, lengkap dengan protein nabati seperti tahu atau tempe.

Mungkin terlihat dan terasa aneh ya, karena kita mengakrabi rawon dengan citarasa daging sapi yang khas.

Untuk petualangan rasa, bisa dicoba menu ini, dengan catatan si kecil tidak menolaknya yah. Haha.

 

  1. Sop Buntut & Sup Iga Sapi

Sop buntut maupun sup iga sapi dengan kuah yang agak berlemak ini, juga masuk kedalam daftar masakan berkuah yang berhasil membuat K memakannya hingga tetes terakhir.

Kendati bahan utamanya harus dimasak dalam waktu yang lama menggunakan api kecil untuk memperoleh tampilan kuah yang bening, proses memasaknya tergolong gampang lho.

P1070018

Selagi menunggu dagingnya empuk dalam kisaran waktu 2-3 jam, aneka sayuran hanya perlu dipotong atau dicincang dalam bentuk besar.

Contohnya, wortel, kentang, buncis. Untuk menambah kelezatan, aneka rempah juga dimasukkan, semisal cengkeh, pala, kayu manis, dan lainnya. Sedangkan bumbu dasar cukup ditumis saja.

Artikel sejenis: Tips Membuat Bumbu Dasar & Baceman Bawang

Aneka sayuran bisa langsung dimasukkan sesaat setelah daging benar-benar empuk dan memudahkan si kecil untuk mengunyahnya.

Kuncinya, sayuran sebaiknya tidak dimasak terlalu lembek agar teksturnya masih sedikit renyah.

Mengukus sayuran secara terpisah juga bisa dilakukan, biasanya hal tersebut untuk menjaga keaslian citarasa daging.

Kuah kaldu yang dihasilkan tidak akan bercampur baur dengan kaldu sayuran. Tiriskan sayuran yang telah dikukus lalu simpan di wadah tertutup.

 

Bagaimana, adakah salah satu masakan di atas yang juga menjadi favorit buah hati di rumah?

 

 

 

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*