Daging Sapi Telur Puyuh Teriyaki

Mengonsumsi daging merah secara rutin sangatlah dianjurkan bagi anak. Kandungan zat besi di dalamnya mampu mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.

Selama periode MP-ASI berlangsung, K (24 bulan) rutin mengonsumi olahan daging sapi segar. Setidaknya dalam seminggu sekitar 2-3 kali aku membuatkan menu berbahan daging sapi.

Olahan yang paling sering mampir dalam menu sehari-hari kami adalah daging sapi lada hitam, kari daging, sup berkuah, maupun oseng daging dan tempe bumbu kecap.

Sesekali bila ibunya tengah rajin membuat bumbu rawon maka terciptalah sepanci rawon sumsum daging sapi.

Daging sapi yang digunakan selalu daging sapi segar hasil belanja di pasar tradisional.

Sedari awal memulai MP-ASI belum pernah sekalipun menggunakan daging sapi di supermarket, baik dalam bentuk utuh maupun cincangan.

Kendati resepnya menggunakan daging sapi cincang, aku biasanya kekeuh untuk mencincang sendiri. Tangan pegal-pegal sedikit tak apalah. Haha.

Nah, baru kali ini ketika usianya genap 24 bulan, K mengenal daging sapi cincang yang dibeli di supermarket. Lalu ibunya mengolahnya memakai bumbu instan teriyaki.

Bumbu instan teriyaki yang dipakai pun merupakan yang kali pertama untuk menunya K.

Memang aku sengaja menundanya di saat yang tepat karena kandungan MSG-nya begitu kuat terasa.

Makanya, bumbu instan ini sangat jarang tersedia dalam deretan bumbu instan di dapur kami.

Penambahan telur puyuh sebagai sumber protein hewani bukanlah tanpa sebab. Mengingat tak satu pun makanan mengandung semua gizi yang diperlukan tubuh maka aku menambahkan telur puyuh.

Dengan harapan, kandungan gizinya bisa saling melengkapi daging sapi. Perlu diperhatikan juga agar tidak memberikannya dalam jumlah terlalu banyak.

Karena segala hal yang berlebihan pastinya tak menguntungkan tubuh kan ya?

Berikut ini resepnya. Ayo dicatat ya!

IMG_7249

Daging Sapi Telur Puyuh Teriyaki
(Resep dari JTT dan dimodifikasi sendiri)
Bahan:
• 100 gram daging sapi cincang
• 1/4 kg telur puyuh, rebus dan kupas kulitnya
• 2 batang pokchoy, iris memanjang
• Segenggam kacang polong
• 1 butir bawang bombay ukuran sedang, cincang
• 3 siung bawang putih, cincang
• 1 sendok makan kecap asin
• 2 sendok makan kecap manis
• 1 bungkus bumbu instan teriyaki
• 1 ruas jari jahe, geprek
• 1 batang daun bawang, cincang
• 1 sendok makan tepung maizena
• Gula dan garam secukupnya (aku skip)

 

Proses memasak:
1. Tumis bawang bombay, bawang putih, dan jahe.

2. Masukkan daging giling, tambahkan sedikit air, masak hingga daging matang.

3. Bumbui dengan bumbu instan teriyaki, kecap manis, kecap asin, gula, dan garam. Karena rasa asin dan manis sudah diwakili dengan bumbu teriyaki, kecap asin, dan kecap manis maka tidak aku tambahkan gula dan garam.

4. Masukkan telur puyuh, pokchoy, dan daun bawang. Masak hingga pokchoy matang. Angkat dan sajikan.

IMG_7248

Melihat ibunya sedang memotret makanan, K yang mengira ada telur ayam di piring langsung mengejar “Telul (telur), Bubi. Mamam telul (telur).”

Tangannya langsung mencomot bulatan tahu goreng yang disangkanya telur. Sesi pemotretan berhenti seketika. Haha.

Silakan dicoba resepnya dan semoga menjadi favorit keluarga ya!

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*