Choco Chili Dates Muffin

Siapa yang tak kenal kurma? Di balik rasanya yang begitu legit ternyata tersimpan kandungan gizi yang luar biasa.

 

 

Bila berselancar di dunia maya, kita akan menemukan fakta bahwa sebutir kurma memiliki banyak manfaat yang menakjubkan.

Sebagai penghasil energi instan berkat kandungan gula alaminya yang tinggi, tak mengherankan jikalau banyak orang yang membatalkan puasa dengan memakan kurma.

Zat gizi lain yang bisa dijumpai di dalam kurma adalah karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B kompleks, kalium, kalsium, fosfor, zat besi, serta serat.

Serat dalam kurma mampu mencegah terserapnya kolesterol LDL ke dalam usus serta melindungi dinding usus besar dari bahan kimia penyebab kanker.

Di samping itu, kandungan kaliumnya juga sangat tinggi, lebih tinggi dari buah pisang lho.

Kalium sendiri mempunyai sejumlah peranan untuk mencegah kontraksi otot, memelihara kesehatan sistem saraf, membantu mengeluarkan natrium dari dalam tubuh, dan turut serta menyeimbangkan metabolisme tubuh.

Wah, benar-benar menakjubkan yah! Tak salah dong bila kurma menjadi buah favorit keluarga kami.

Bukan hanya saat bulan puasa, kurma juga hadir sebagai salah satu menu kudapan kami sekeluarga.

Artikel sejenis: Memilih “Snack” untuk Anak

Walaupun ada begitu banyak ragam manfaatnya, tentu saja kami tetap mengonsumsinya dalam batas normal, tidak berlebihan.

Jauh sebelum K mengenal legitnya kurma, aku mulai rutin mengonsumsi kurma menjelang persalinan tiba. Tepatnya di awal trimester ketiga atas anjuran dari dokter kandungan.

Pada dasarnya ibunya K bukanlah penggemar makanan dan minuman manis. Tapi entah mengapa, bila rasa manis hadir dalam bentuk buah-buahan tak kuasa juga untuk menolaknya. Haha.

Nah, berhubung kami memiliki stok kurma kering di kulkas maka dibuatlah snack untuk K (24 bulan) berupa muffin.

Mengingat kurma biasanya dimakan begitu saja tanpa diolah, kali ini ibunya K tertantang untuk sedikit memodifikasi resep muffin. Choco chips yang digunakan di dalam resep diganti dengan cincangan kurma.

Artikel sejenis: Eggless Bread dan Gerakan Tutup Mulut (GTM)

Buah kurma yang digunakan bisa berfungsi sebagai pemanis alami. Takaran gula di dalam resep bisa dikurangi, menyesuaikan dengan seberapa banyak jumlah kurma yang akan dimasukkan. Tentu saja lebih menyehatkan. Berikut ini resepnya ya!

IMG_7153

Choco Chili Dates Muffin

(Diadaptasi dari “Choco Chili Muffin” dalam buku “MasterChef Indonesia: Hot & Spicy Recipes” Inspired by Season 1 & 2)

 

Bahan:

  • 2 buah cabai merah, iris tipis (aku ganti dengan cabai bubuk seujung sendok teh)
  • 300 ml susu cair (aku pakai susu UHT full cream plain)
  • 125 gram gula pasir (aku pakai 50 gram)
  • 100 gram choco chips (aku ganti dengan 10 biji kurma kering berukuran sedang, cincang kasar)
  • 2 butir telur ayam, kocok lepas
  • 75 ml mentega, lelehkan

 

Ayak bahan di bawah ini menjadi satu:

  • 50 gram cokelat bubuk
  • 275 gram tepung terigu (aku pakai tepung terigu serbaguna Bogasari)
  • 2 sendok teh soda kue (aku pakai 1 sendok teh plus 1/3 sendok teh)
  • 1 sendok teh vanili bubuk
  • ½ sendok teh garam

 

Proses memasak:

  1. Bila menggunakan cabai merah: jerang cabai dan susu di atas api kecil hingga hangat. Angkat lalu saring. Buang cabainya dan dinginkan susunya.
  2. Aduk campuran terigu dengan gula pasir dan sebagian choco chips (aku tambahkan cincangan kurma dan cabai bubuk). Sisihkan.
  3. Setelah mentega dingin, lalu kocok lepas telur, susu, dan mentega leleh. Aduk hingga rata.
  4. Tuang adonan telur ke dalam campuran terigu, aduk hingga rata. Tuang adonan ke dalam cetakan muffin yang sudah diolesi mentega tipis. Ratakan dan taburi dengan sisa choco chips (aku tambahkan sisa cincangan kurma).
  5. Panggang dalam oven hingga matang. Tes dengan ujung pisau atau tusuk gigi untuk mengetahui tingkat kematangan. Angkat dan dinginkan. Sajikan.

 

IMG_7152

Sempat was-was juga mengingat resep asli menggunakan cabai merah. Berhubung K tidak menyukai makanan pedas maka cabai bubuk dalam jumlah sedikit mengambil alih peran cabai segar.

Irisan cabai segar tampil sebagai “pemanis” saat muffin difoto. Haha.

“Bubi, mamam ue..ue…(kue).”

“Bubi, agi..agi..(lagi). Satu tudah habis.” Tangannya menunjuk ke deretan kue.

 

Sesaat setelah muffin matang, setelah dipanggang kurang lebih 45 menit dengan oven tangkring menggunakan api sedang, K mengekor di belakang ayahnya untuk mengejar kuenya.

Alhamdulillah, cabai bubuknya tidak membuat K kepedasan sama sekali. Hehe.

Bagaimana, tertarik untuk membuat dan menghidangkannya sebagai camilan buat keluarga? Selamat bereksperimen ya!

 

 

Referensi:

Intisari Online

Kompas

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*