DIY Sand Paper Hijaiyah Letter

Huruf hijaiyah, gerbang utama menuju pengenalan kepada Al-Qur’an, bisa dikenalkan melalui begitu banyak permainan. Membuat sendiri huruf hijaiyah bertekstur tak ada salahnya untuk dicoba.

 

Mengutip salah satu metode Montessori, bahwa anak-anak usia dini masih belum bisa mencerna segala hal yang berbau abstrak, ada baiknya pengenalan hal-hal baru dibuat dalam bentuk kegiatan yang bisa melibatkan indera mereka.

Sehingga mereka bisa ikut menyentuh, merasakan teksturnya, dan menumbuhkan rasa keingintahuan untuk lebih mengeksplorasi dengan cara mereka sendiri.

Hal tersebut kami coba aplikasikan kepada K (24 bulan). Dari hasil penelusuran di internet, kami pun tertarik untuk membuat huruf hijaiyah bertekstur dengan memanfaatkan bahan yang bisa ditemukan di rumah dan dengan harga murah.

IMG_7326

Awalnya, ada beberapa alternatif bahan yang kami pilih untuk mewakili tekstur hurufnya.

Artikel sejenis: Mengenal Huruf Hijaiyah Sejak Dini

Sempat terlintas untuk menggunakan biji-bijian semacam biji merica, biji ketumbar, dan biji wijen.

Karena termasuk dalam golongan bumbu dapur yang bisa saja rusak atau basi di kemudian hari dan berbau khas, opsi pertama kami hapus dalam daftar.

Kemudian, kami beralih ke opsi selanjutnya: memilih biji kacang-kacangan. Biji kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah.

Kebetulan, ketiga bahan tersebut memang sengaja kami beli secara rutin sebagai alat bantu kala K bermain sehingga memiliki stok agak banyak di rumah.

Lagi-lagi, ukurannya yang terlalu besar, sementara bidang hurufnya tak terlalu luas, membuat kami urung memakainya.

Akhirnya, pilihan jatuh kepada: beras putih lokal. Menurut kami, ukuran dan teksturnya masih bisa menyesuaikan dengan besarnya bidang huruf hijaiyah yang akan dibuat.

Namun, karena berasnya berwarna putih, maka kami pun mencari cara bagaimana agar hurufnya bisa lebih eye catching.

Semula, kami sempat berpikir akan mewarnai berasnya terlebih dahulu menggunakan pewarna makanan.

Tetapi mengingat risiko akan lunturnya pewarna alami yang dipakai, niat tersebut akhirnya kandas.

Selanjutnya, kami mencoba mencari bahan yang ringan, tak tembus air, tak mudah kusut, dan berwarna-warni.

Pilihan pun jatuh kepada bahan impraboard. Bahan tersebut memiliki semua kriteria yang kami inginkan.

Lalu, dimulailah perjuangan yang sebenarnya. Kami kira, mudah saja membuat 30 huruf hijaiyah bertekstur, toh tinggal menggunting, menempel, dan jadi!

Ternyata, butuh waktu lama bagi kami untuk mengerjakannya, terutama di bagian menempel berasnya.

Kami berhasil menyelesaikannya dalam kurun 3 bulan, lama sekali kan? Hahaha.

Tertarik untuk mencoba membuatnya seperti kami? Berikut ya bahan dan proses pembuatannya.

DIY Sand Paper Hijaiyah Letter

 

Bahan:
• 1 lembar kertas impraboard ukuran 50×75 cm berwarna, potong kotak sesuai ukuran yang diinginkan (kami pilih warna merah dan dipotong ukuran 9,5×10,5 cm)
• Beras putih, pilih yang utuh dan memanjang
• Lem kertas
• Gunting
• Tusuk gigi
• 30 huruf hijaiyah yang dicetak warna hitam putih di kertas A4

 

Proses pembuatan:
1. Gunting 30 huruf hijaiyah, sisihkan. Untuk materinya bisa diunduh di internet secara gratis.
2. Potong kertas impraboard. Pastikan motif garis-garis halus yang ada menghadap ke arah yang sama ya, agar lebih serasi.
3. Tempelkan masing-masing huruf hijaiyah di atas kertas impraboard. Gunakan lem kertas untuk menempelkannya.
4. Setelah huruf menempel dan lem mengering, mulai tempelkan beras di atasnya. Pakailah tusuk gigi untuk membantu merapikannya. Rekatkan susunan berasnya menggunakan lem, sebarkan di atas dan di sela-sela berasnya. Angin-anginkan agar kering dan menempel sempurna.
5. Lakukan hal yang sama untuk huruf-huruf lainnya.

 

Mencari lem yang bisa merekat sempurna juga menyimpan cerita tersendiri bagi kami. Semula kami yakin bahwa lem kertas multifungsi yang ada di pasaran merk U** mampu menempel dengan baik.

Baru saja menyelesaikan beberapa huruf, huruf yang kami kerjakan di kloter pertama sudah ada yang mengelupas kertasnya. Untungnya, beras yang kami tempelkan masih melekat di atasnya.

Kami pun mencoba memperbaikinya dengan mengganti merk lem, menjadi merk F**, dalam kemasan stik. Dalam hati, kami berharap agar merk kedua ini bekerja lebih baik daripada yang pertama.

Dalam perjalanan kami menyelesaikan ketiga puluh huruf, insiden lepasnya kertas beberapa kali masih mewarnai proyek DIY ini.

IMG_7332

Tak habis akal, kami pun menyerahkan kepada ahlinya: lem tembak. Untungnya, lem tembak sebagai andalan kami bisa diajak bekerjasama. Alhamdulillah. Haha.

Mengingat proyek DIY selalu menuntut kesabaran, ketelitian, dan keuletan maka kami mengerjakannya hanya di waktu senggang, tak memasang target harus segera selesai.

Artikel sejenis: DIY Toy Camera

Kalau ada waktu luang dan tenaga berlebih, kami bisa rajin dan mampu membuat 3-4 huruf dalam sehari. Lain ceritanya bila sedang tak ada mood, 1 huruf saja rasanya bisa lama banget. Haha.

Segala tantangan, peluh, dan tangan lengket penuh lem terbayar sudah ketika melihat K asyik memainkan huruf hijaiyah bertekstur tersebut dengan penuh antusias.

“Bubi…Ba, ta, jim, dal, ‘ain, dho’.”
“Nun, mim, wawu, ha, ya. Ini Bubi..”

IMG_7328

Alhamdulillah, semoga selalu dilancarkan dan dimudahkan jalannya untuk membaca dan mempelajari petunjuk hidup dari Yang Maha Kuasa ya, K.

Ayo, buat sendiri huruf hijaiyah bertekstur bersama si kecil di rumah. Mau?

 

 

 

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*