Mengatasi Roseola dengan Perawatan Rasional

       Roseola Infantum kerap menyerang bayi dan anak-anak pada kisaran usia 6 bulan hingga 2 tahun yang disebabkan oleh kelompok virus Herpes. Kendati demikian, penyakit ini tergolong ringan, dan bisa sembuh sendiri tanpa intervensi obat.

 

Kuncinya, tentu saja pada bagaimana cara meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan pemberian cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi, makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan melakukan perawatan untuk menyamankan badan anak saat sakit.

Foto: babycenter.com
Foto: babycenter.com

Roseola is contagious. The infection spreads when a child with roseola talks, sneezes, or coughs, sending tiny droplets into the air that others can breathe in. The droplets also can land on surfaces; if other children touch those surfaces and then their nose or mouth, they can become infected. Roseola may be contagious during the fever phase, but does not spread by the time the rash breaks out. (Kids Health)

Membaca informasi di atas, sepertinya K tertular dari salah seorang teman sepermainannya di usia 10 bulan. Waktu itu Ibu dan Ayah belum paham tentang Roseola dan hanya menduga anak tersebut terserang batuk pilek biasanya, saat dia bersin-bersin dan batuk di depan K tanpa menggunakan masker.

Ibu dari anak tersebut bercerita kalau sudah beberapa hari anaknya mengalami demam tinggi (entah diukur dengan termometer/hanya “tanganmeter” hehe).

Oke, kami mendapat anugerah Roseola kali ini, saatnya untuk menghadapi ujian praktik, setelah sebelumnya hanya membaca teorinya yang sering dibahas di Milis Sehat. Bismillah.

Penting untuk menjaga terpenuhinya cairan agar terhindar dari dehidrasi. K selalu membawa gelas air minumnya kemana-mana.
Penting untuk menjaga terpenuhinya cairan agar terhindar dari dehidrasi. K selalu membawa gelas air minumnya kemana-mana.

Bagaimana catatan pola demam, klinis, dan perawatannya K? Berikut ini yang berhasil ditulis oleh ibunya ya:

  • Hari ke-1: klinis anak masih aktif, makan seperti biasa, demam naik turun hingga 38,9 celcius, diberi banyak cairan lebih banyak, dikompres air hangat, berendam air hangat 1x sehari, muncul bintik putih di lidah.
  • Hari ke-2 dan ke-3: klinis anak lemas, sesekali rewel, makan berkurang, hanya mau minum air putih lebih banyak, demam cenderung naik hingga 39 celcius, dikompres air hangat, berendam air hangat 1x sehari. Beli obat penurun panas di apotek dan disimpan untuk jaga-jaga.
  • Hari ke-4: demam naik turun sekitar 37,5 celcius, rewel ga mau makan, mulai muncul bintik merah di wajah, leher, dan dada.

Pada hari ke-4 ini kami memutuskan untuk membawa K ke dokter karena anaknya rewel dan terlihat lemas hanya mau tidur.

Dokter menyarankan untuk melakukan cek darah untuk melihat kemungkinan demam berdarah (DBD) dan infeksi lainnya. Sekitar 1 jam kemudian hasil lab sudah kami terima dan alhamdulillah dokter menyatakan kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi kami harus tetap observasi di rumah.

Kami diberi oleh-oleh obat antivirus untuk beberapa jenis penyakit yang disebabkan virus, karena dokter masih belum memberikan diagnosisnya dalam bahasa medis seperti yang kami minta, gejalanya masih samar-samar, begitu kira-kira kata dokter.

Obat kami simpan untuk jaga-jaga dan kami lanjutkan perawatan untuk menyamankan kondisi badannya K, salah satunya dengan berendam air hangat 1x sehari.

Berikan makanan yang disukai anak: alhamdulillah bubur ini dimakan juga oleh K setelah menolak menu sebelumnya.
Berikan makanan yang disukai anak: alhamdulillah bubur ini dimakan juga oleh K setelah menolak menu sebelumnya.
  • Hari ke-5 : klinis anak mulai aktif, bintik merah semakin banyak di wajah, leher, dada, perut, punggung, serta tangan. Mau makan bubur meski sedikit, minum air putih lebih banyak, malam hari rewel, demam naik turun hingga 37 celcius, diseka air hangat.
  • Hari ke-6 : klinis anak aktif, mau makan bubur lebih banyak, bintik merah mulai hilang di beberapa area, demam naik turun hingga 37 celcius, diseka air hangat.
  • Hari ke-7 : klinis anak aktif, bintik merah menghilang, bintik putih di lidah menghilang, diseka air hangat, makan nasi lembek sedikit-sedikit, mau makan buah jeruk dan kuah sup tomat buatan Ibu, minum lebih banyak, diseka air hangat, demam naik turun hingga 37 celcius.
  • Hari ke-8 : mandi air hangat, alhamdulillah sudah ceria, lincah, dan aktif seperti biasanya.

 

Artikel sejenis: Tak Perlu Panik Jika Anak Demam

Walaupun penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa intervensi obat (kecuali obat untuk menurunkan demamnya bila anak mulai tidak nyaman), adakalanya semangat kami kendur saat didesak oleh pihak lain agar segera memberikan obat begitu K demam.

Padahal, demam adalah mekanisme alami tubuh untuk melawan adanya infeksi, demam justru dibutuhkan untuk membantu mengusir penyakit, bila sedikit-sedikit minum obat penurun demam, kapan tubuh diberikan kesempatan untuk melawan?

Tentu saja, jika anak mulai rewel, susah tidur, dan tidak nyaman dengan demam tinggi boleh diberikan paracetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan ya.

Berikut ini poin-poin penting yang kami lakukan ketika menemani K melewati masa penyembuhannya melawan Roseola, mungkin saja berguna bagi teman-teman ya:

  1. Saat anak demam tinggi untuk pertama kalinya, usahakan mempunyai bekal yang cukup tentang fungsi demam, cara penanganan, kapan harus memberikan obat penurun panas, kapan harus ke dokter, dan lainnya. Ini penting lho!
  1. Berikan cairan yang lebih banyak, selain ASI/pengganti ASI tawarkan juga beberapa alternatif cairan misalnya air putih, jus buah, kuah sayur, larutan oralit (bila diare). Bila anak menolak, mungkin bisa dibuat dalam kondisi hangat, dingin, atau dibekukan dahulu.
  1. Berendam air hangat dan kompres air hangat. Pakaikan baju tipis, selimut tipis bila kedinginan, dan pastikan ada sirkulasi udara di dalam ruangan.
  1. Catat pola demam dan perilaku klinis anak. Bila ada tanda gawat darurat segera hubungi dokter, misal anak rewel, lemas, muntah, diare, tidak mau makan dan menolak minum, demam tinggi lebih dari 3 hari.
  1. Saat berkunjung ke dokter tanyakan diagnosis medisnya dalam bahasa medis dan pelajari tata laksananya dari sumber yang kredibel, tanyakan juga terapi yang harus dilakukan, detail obat yang diberikan, hasil baca lab, apakah ada infeksi bakteri/virus, tanda gawat darurat, dan sebagainya. Intinya, tanyakan semua hal yang harus kita ketahui tentang penyakit ini sebelum meninggalkan rumah sakit dan pelajari di website terpercaya. Misalnya: begitu mendapatkan diagnosis medisnya, langsung pelajari di Milis Sehat (milissehat.web.id) , Mayo Clinic (mayoclinic.org), Kids Health (kidshealth.org), National Health Service (nhs.uk), dan lainnya. Pelajari kandungan obat dan efek sampingnya di drugs.com.
  1. Karena Roseola disebabkan oleh virus, yang harus diperhatikan adalah bagaimana caranya membuat kekebalan tubuh anak meningkat dengan makanan bergizi, pemberian cairan yang lebih banyak agar terhindar dari dehidrasi, dan siapkan stok kesabaran yang sangat banyak ya. Hehe.
Sup kaya gizi: sup ini bisa dibuat dari labu kuning/ubi jalar kuning, wortel, rempah alami, daun bawang dan seledri, susu UHT, dan taburan keju beserta irisan telur ayam/daging ayam. Enak deh!
Sup kaya gizi: sup ini bisa dibuat dari labu kuning/ubi jalar kuning, wortel, rempah alami, daun bawang dan seledri, susu UHT, dan taburan keju beserta irisan telur ayam/daging ayam. Enak deh!

Alhamdulillah badai Roseola kami lalui dengan perawatan yang rasional tanpa intervensi obat, pola demam yang masih bisa kami atasi tanpa penurun demam, bantuan dari beberapa pihak, belajar tanpa henti dari sumber-sumber terpercaya, serta rahmat yang luar biasa besarnya dari Allah SWT. Semoga sehat terus ya K!

 

Referensi :

Milis Sehat

Ayahbunda

Kidshealth

Baby Center

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

6 thoughts on “Mengatasi Roseola dengan Perawatan Rasional

  1. Membayangkan 7 hari memantau demam K, dan bertahan tidak mengintervensi dengan obat; …

    Kalau saya; hari kedua anak demam udah panik, sore hari ketiga minta diagnosa dan resep obat ke dokter dan malamnya berjibaku memaksa anak minum puyer. hhhhh

    1. Hai mba, thanks ya udah main2 🙂 Anakku kena roseola 2015 kemarin, bintik2nya hilang sendiri secara bertahap dan alhamdulillah ga ada bekasnya. Treatment-nya ya seperti yg aku share itu, ga pake bedak jg. Btw, diagnosisnya memang roseola ya? Kalo yg ada bekasnya bukannya cacar air mba? Semoga cepet sembuh yaa;)

  2. haloo mba anakku jg sepertinya kena roseola bawaannya lemes..tadi udah ke dokter dikasi anti virus..jadi anti virusnya mba minumin ke anaknya gak?
    aku punya bayi 1 bulan bisa ketularan gak ya krn dari yg aku baca menimpa anak 3 bulan ke atas..jadi takut 🙁

    1. Halo juga mba:) Karena dokternya waktu itu ga yakin apa diagnosis medisnya anakku ya obat antivirusnya ga aku minumin mba. Aku baca-baca lagi gejalanya mirip sama Roseola, jadi ya aku kasih perawatan di rumah aja. Hehe. Kalau bayi memang rawan tertular penyakit mba, sebaiknya kakaknya yang sakit dipisah aja kamarnya, sering cuci tangan, kalau udah bisa ya diajak pakai masker juga. Semoga cepat sembuh ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*