Tak Perlu Panik Jika Anak Demam

                Demam seringkali menjadi momok bagi para orang tua baru seperti kami. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah bersikap tenang dan rasional saat demam melanda.

Mengapa hal tersebut penting? Karena demam bukanlah suatu penyakit, demam hanyalah gejala yang berfungsi sebagai alarm yang menyatakan adanya suatu penyakit di dalam tubuh.

Pada bayi dan anak, infeksi virus seperti batuk pilek/selesma/common cold, infeksi saluran napas atas, sebagian infeksi telinga, sebagian infeksi diare merupakan beberapa contoh pemicu timbulnya demam.

K mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius untuk kali pertama pada usia 4 bulan sesaat setelah imunisasi kombinasi Polio, DTP, dan Hib.

Dari hasil browsing di website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hal ini tergolong wajar sih ya, jadi paniknya disimpan dulu.

Kami menyamankan K dengan kompres air hangat, berendam air hangat, memakaikan baju tipis, dan yang paling utama adalah memberikan lebih banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.

Alhamdulillah pada hari ke-3 suhu tubuhnya kembali normal.

Nah, ujian yang kami lalui berikutnya adalah ketika K terkena Roseola Infantum dengan demam yang menyentuh angka 39 derajat celcius.

Duh, paniknya langsung datang tanpa diundang! Kendati beberapa kali mengikuti sharing di Milis Sehat, sebagai orang tua baru kami masih saja diliputi kecemasan sewaktu K mulai rewel dan lebih banyak merebahkan diri di kasur pada hari ke-4.

Segala upaya sudah dicoba untuk menyamankannya (yang aku share di artikel terpisah) namun kondisinya masih belum membaik.

Dan akhirnya kami ke dokter untuk penegakan diagnosis. Tapi dokternya malah belum bisa memberikan diagnosis dalam bahasa medis seperti yang kami minta, padahal K sudah diminta untuk cek darah. Tambah panik dong? Iya sih, tapi sedikit kok. Hehe.

Pulang ke rumah dengan setumpuk pertanyaan, akhirnya kami belajar lagi tata cara penanganan Roseola Infantum dari website yang kredibel, membolak-balik halaman buku dr. Wati di bagian penanganan demam dan berharap tidak ada yang terlewat, serta menyimak kembali sharing di Milis Sehat.

Rupanya ujian pertama Roseola Infantum belum berjalan mulus karena masih ada sesi pengambilan darah dan pemberian obat antivirus yang seharusnya tidak perlu dilakukan.

Artikel sejenis: Mengatasi Roseola dengan Perawatan Rasional

Dari pengalaman di atas, berikut tata cara penanganan demam yang kami pelajari dari buku yang ditulis oleh dr. Wati ya:

  • Tetap tenang. Cari tahu penyebab demam dan pelajari prinsip penanganannya.
  • Amati perilaku anak agar peka terhadap tanda gawat darurat. Bila anak rewel dan mulai tak nyaman, berikan obat penurun demam. Hindari pemberian obat penurun demam bila suhu tidak tinggi (kurang dari 38,3 derajat celcius).
Cegah dehidrasi: sup kacang hijau, blewah, dengan kuah susu ini bisa menjadi alternatif cairan juga lho..
Cegah dehidrasi: sup kacang hijau, blewah, dengan kuah susu ini bisa menjadi alternatif cairan juga lho..
  • Beri cairan yang lebih banyak, misalnya: air, kuah sup, jus segar dicampur air, es batu, serta es krim. Berikan oralit bila disertai dengan muntah/diare.
  • Perhatikan asupan makanannya, hindari makanan berlemak/yang sulit dicerna, dan pilih menu yang dikehendaki anak.
  • Kompres hangat dan ajak anak berendam dengan air hangat bersuhu 30-32 derajat celcius.
  • Pakaikan baju yang tipis.
  • Waspadai tanda gawat darurat dan bawa anak ke dokter bila: kondisi semakin memburuk, demam berlangsung 72 jam, susah minum, rewel terus, tidur terus-menerus/lemas/sulit dibangunkan, kejang/kuduk leher kaku, sakit kepala hebat yang menetap, sesak napas, terjadi muntah dan diare terus-menerus.
  • Segera bawa anak ke dokter bila menjumpai kondisi suhu tubuh berikut:
  1. Bayi berusia <3 bulan dengan suhu tubuh >38 derajat celcius.
  2. Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh >38,5 derajat celcius.
  3. Bayi dan anak berusia >6 bulan dengan suhu tubuh >40 derajat celcius.
Pilih menu yang disukai anak: spagheti kukus dengan taburan keju, buah mangga yang manis dan segar, serta biskuit beras ini bisa ditawarkan sebagai alternatif menu.
Pilih menu yang disukai anak: spagheti kukus dengan taburan keju, buah mangga yang manis dan segar, serta biskuit beras ini bisa ditawarkan sebagai alternatif menu.

Serba-serbi demam di atas dirangkum dalam sebuah file yang kami terima saat mendaftar menjadi anggota Milis Sehat yang kemudian kami jadikan acuan.

Dan semoga saja di setiap episode demam yang mungkin bisa datang lagi di kemudian hari, kita bisa sepenuhnya menjadi orang tua yang lebih bijak dan tetap berpikir rasional. Bismillah, semoga senantiasa sehat semuanya ya teman-teman.

Oh iya, masih dalam rangka hari raya, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri, semoga kita semua selalu diberi limpahan rahmat, berkah, dan kesempatan untuk menikmati kembali bulan ramadhan selanjutnya. Happy holidays!

 

 

Referensi:

dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed. Cetakan V, Februari 2012. Bayiku Anakku: Panduan Praktis Kesehatan Anak. Jakarta : PT Gramedia.

IDAI

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

2 thoughts on “Tak Perlu Panik Jika Anak Demam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*