Pentingnya Lemak dan Lalapan a la K

Saat membuat menu MP-ASI untuk K aku usahakan untuk selalu memenuhi pedoman gizi yang diberikan oleh WHO, yakni adanya karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, sayuran, dan buah agar tercukupi kebutuhan zat besinya juga. Sumber lemak yang aku pakai di awal pemberian MP-ASI adalah minyak zaitun, kaldu yang aku buat sendiri, serta parutan santan yang diperas dengan air matang.

“Kok masak buat K pakai minyak segala? Kan K masih bayi?”, itu pertanyaan yang terlontar ketika aku menumis bumbu sederhana dengan minyak zaitun. “Iya. Lemak juga dibutuhkan bagi bayi, banyak fungsinya lho…”, jawabku. Tatapan mata penuh tanda tanya seperti itu memang seringkali aku terima dan aku jawab dengan singkat. Iya singkat saja. Kalau mau dijelasin secara detail harus buka contekan dulu agar tidak salah informasi. Hehe.

olive-oil-08
Foto: Google images

Selain sumber energi, lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, mengandung asam lemak esensial, serta sebagai penyedap pada makanan. Dianjurkan sebaiknya 15-25 persen dari kebutuhan energi seorang anak berasal dari lemak.

Selain berpotensi tinggi kalori (dalam 1 gram lemak menghasilkan 9 kilokalori, sedangkan 1 gram karbohidrat dan protein menghasilkan 4 kilokalori), lemak juga relatif lama berada dalam sistem pencernaan dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, hal inilah yang menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Berikut ini beberapa contoh sumber lemak yang aku berikan untuk K:

  1. Mentega/margarin

Merupakan sumber lemak jenuh dan vitamin A yang berasal dari lemak susu. Mentega lebih cepat cair dalam suhu ruang, karenanya simpanlah di lemari es setelah dipakai. Mentega biasanya aku pakai untuk menumis, membuat roti, olesan roti tawar, atau langsung dicampur ke bahan makanan. Sedangkan margarin adalah jenis lemak trans, yakni lemak nabati yang mengalami proses pengerasan minyak goreng sehingga mudah dioleskan. Baik mentega/margarin penggunaannya cukup 1 sendok teh, tidak dikonsumsi secara berlebihan karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh, dan pilihlah yang memiliki rasa tawar.

  1. Minyak zaitun

Aku berikan minyak zaitun versi mild taste dan extra light olive oil untuk K. Minyak zaitun memiliki banyak manfaat diantaranya mengandung lemak yang baik untuk jantung karena mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) pada tubuh, kaya akan vitamin A, E, B1, B2, C, D, dan zat besi. Sebaiknya disimpan di dalam suhu ruangan ya.

  1. Minyak wijen

Aku pakai saat menumis masakan, atau langsung dicampur ke bahan makanan yang akan dikukus/dipanggang.

  1. Minyak kedelai

Sebagai alternatif minyak kelapa sawit, aku gunakan untuk menumis, atau langsung dicampur ke bahan makanan yang akan dikukus/dipanggang.

  1. Minyak kelapa sawit

Biasanya aku pakai minyak kelapa sawit untuk menggoreng makanan, namun dalam jumlah pemakaian yang secukupnya, jadi bahan makanan yang digoreng tidak sampai terendam sepenuhnya di dalam minyak.

  1. Minyak kelapa

Aku gunakan saat menumis makanan. Minyak kelapa hanya beberapa kali aku pakai karena stoknya sudah habis. Hehe.

  1. Kaldu

Kaldu buatan sendiri yang resepnya aku temukan di internet juga dipakai sebagai sumber lemak tambahan untuk menu MP-ASInya K, terbuat dari rempah alami, sayuran, tulang sapi, dan cakar ayam. Semua bahan-bahan direbus dengan api kecil sekitar 5 jam, disaring saat merebus pertama kali sehingga hasilnya bening. Nanti aku share ya cara pembuatannya di artikel selanjutnya. Kaldu ini aku pakai sebagai penyedap masakan, rasanya jadi lebih gurih dan menggugah selera.

  1. Santan kelapa

Santan kelapa mengandung vitamin C, E, B1, B3, B5, dan B6. Selain itu juga mengandung mineral besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, serta fosfor. Santan juga mengandung asam lemak sehat, asam lemak laurat yakni asam lemak yang juga banyak terdapat dalam ASI. Asam laurat sangat mudah rusak pada suhu tinggi. Cara menggunakannya: peras parutan kelapa dengan air matang/sudah dimasak sebelumnya, sehingga santan tidak dalam kondisi dipanaskan dengan suhu tinggi.

513468935_XS coconutmilk
Foto: Google images

Mengingat ada banyak manfaat lemak bagi tubuh serta proses tumbuh kembang anak, begitu si kecil memulai MP-ASI jangan menunda pemberiannya ya. Pilih sumber lemak tambahan yang paling sehat dan usahakan yang paling mudah didapat di sekitar rumah. Bijaksanalah dalam penggunaannya agar memberikan manfaat maksimal bagi tubuh, bukan malah berdampak buruk karena konsumsi yang berlebihan.

Oke, sekarang saatnya untuk membahas menu makanan K hari ini yah. Menu ini sebenarnya menu gado-gado alias asal campur. Setiap hari Minggu aku selalu berbelanja ke pasar tradisional untuk mengisi stok ikan, ayam kampung, daging, rempah, dan lainnya untuk 1 minggu ke depan yang aku simpan di dalam kulkas.

Teknik belanja ini yang mengusulkan malah suamiku lho, biar lebih praktis katanya, karena tugas berbelanja seringkali dia yang melakukan. Haha. Aku tinggal beli bahan sayuran di hari yang sama/1 hari sebelum memasaknya agar lebih segar di warung dekat rumah. Menu yang aku masak ini berasal dari hasil belanja hari ini, mulai dari sayuran, ikan laut, ikan air tawar, tempe, dan bumbu dasar. Cek resepnya di bawah ini ya dan semoga si kecil juga doyan. Hehe.

P1070628

Lalapan a la K

Bahan:

1 ekor ikan mujair ukuran medium

2 ekor ikan kembung ukuran medium

Tempe secukupnya (aku beli 2 papan tempe dan digoreng semua dengan sedikit minyak)

3 pcs terung ungu ukuran kecil

1 ikat kangkung

1 pc mentimun

3-5 siung bawang putih (diiris)

 

Sambal pelengkap:

4 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Terasi seukuran 2 ruas jari

2 buah tomat berukuran kecil

Gula dan garam secukupnya

 

Proses memasak:

  1. Setelah dibersihkan, lumuri ikan yang sudah dikerat dagingnya dengan garam, bawang putih, dan minyak wijen. Tambahkan sedikit minyak kelapa sawit/minyak lainnya ke dalam Loyang. Panggang hingga matang.
  2. Cuci terung, belah menjadi 2 bagian, kerat bagian dalamnya, lalu lumuri denggan garam, bawang putih, dan minyak wijen. Panggang bersama dengan ikan.
  3. Kukus daun kangkung sebentar saja. Iris mentimun.
  4. Potong tempe sesuai bentuk yang diinginkan dan rendam dalam air yang dibumbui garam dan bawang putih. Goreng dengan sedikit minyak kelapa sawit/minyak lainnya, tempe tidak perlu sampai terendam sepenuhnya di dalam minyak.
  5. Goreng sebentar semua bahan sambal dengan sedikit minyak dan tutup penggorengannya agar minyak tidak meletup-letup. Setelah matang, haluskan dengan ulekan, bumbui dengan sedikit garam dan gula. Untuk K tidak aku tambahkan gula dan garam karena terasinya sudah berbumbu. Hehe. Setelah menyiapkan sambal untuk K, aku langsung menambahkan cabe merah dan cabe rawit ke dalam ulekan dan membumbuinya dengan gula dan garam secukupnya.

 

Oh iya, selain menu lalapan aku juga memasak cumi-cumi saus asam manis yang bumbunya menggunakan baceman bawang yang sudah aku diamkan selama beberapa hari di dalam suhu ruang. Aroma bawangnya semakin menguat, jelas sekali tercium saat aku membuka tutup toples kaca tempat baceman bawangku. Tinggal menambahkan saus tomat botolan, irisan nanas, dan daun bawang, hmmm…gampang dan enak!

 P1070627

Cumi-cumi Saus Asam Manis

Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:

¼ kg cumi-cumi (bersihkan dan buang tintanya)

2 sendok makan baceman bawang (kalau tidak ada bisa diganti dengan 3 siung bawang putih, 1 sendok makan minyak wijen)

3 sendok makan saus tomat

1 sendok makan gula palem

Garam dan merica secukupnya

Nanas sesuai selera (aku pakai 1 buah nanas berukuran kecil)

1 tangkai daun bawang

 

Proses memasak:

  1. Tumis baceman bawang/bumbu sampai harum dan matang. Masukkan cumi-cumi dan masak hingga matang.
  2. Bumbui dengan saus tomat, gula palem, garam, dan merica secukupnya.
  3. Setelah cumi-cumi matang, masukkan irisan nanas dan masak sebentar sampai nanas sedikit layu.
  4. Terakhir masukkan daun bawang dan angkat.

 

Cumi-cumi asam manis ini menu pengobat rindu buat ibunya K yang sudah lama ga masak seafood karena ayahnya K alergi. Terakhir ngasih cumi-cumi buat K aman-aman aja sih, ga ada bentol-bentol atau kemerahan di tubuhnya. Tapi karena saat ini K sedang pilek jadi ibunya main aman aja deh. Tapi Ayah ikutan ngambil juga karena pengen. Haha.

 

Referensi:

dr. Tiwi. 2013. Sehat Lezat: Olah Saji dr. Tiwi. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

Tim Admin HHBF. 2015. Ensiklopedia MP-ASI Sehat : Serunya MP-ASI homemade ala HHBF. Jakarta : Penerbit PandaMedia.

http://health.kompas.com/read/2012/08/25/10405934/Mitos.dan.Fakta.Minyak.Zaitun

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*