Tips Mengatasi Batuk Pilek & Resep Mi Kuah

Sudah beberapa hari ini hidung K meler karena terserang pilek. Tidur pun ga nyenyak, sering terbangun di malam hari maupun siang hari.

Alhamdulillah nafsu makan dan kegesitannya tak berkurang sedikit pun. Tanggal 1 April 2016 kemarin K genap berusia 16 bulan dan lagi getol-getolnya belajar lari.

Apapun yang ada di hadapannya dikejar: ayam dan kucing tetangga, berlari dan ikut nimbrung ke arah segerombolan anak-anak yang usianya jauh lebih tua darinya, menjentikkan jari sambil berteriak pada burung yang asyik bergelantungan di kawat listrik, dan masih banyak lagi tingkahnya.

Episode pilek kali ini alhamdulillah tidak dibarengi dengan batuk, itulah mengapa nafsu makannya ga berkurang sedikitpun.

Di awal tahun pertama kelahirannya K mengalami 3 kali batuk pilek, saat dia masih berusia 1 bulan, 2 bulan, dan menginjak usia 11 bulan.

Memiliki anak pertama dengan kondisi lingkungan sekitar yang masih mendewakan obat sebagai penyembuh batuk pilek, yang kemudian terjadi sudah pasti bisa ditebak dong, K sempat ke dokter dan menerima puyer untuk 5 hari (diminum 3x sehari) sebagai oleh-oleh saat berumur 1 bulan.

Puyer tersebut sudah habis diminum, tapi…..batuk pileknya masih betah aja tuh.

Akhirnya aku browsing dan menemukan Milis Sehat (milissehat.web.id) dan memutuskan untuk bergabung menjadi member sekitar bulan Februari 2015.

Kebetulan banyak sekali yang sharing tentang kondisi anaknya yang sedang mengalami batuk pilek/selesma/common cold.

Aku belajar banyak hal dari Milis Sehat. Contoh yang paling sederhana adalah mengatasi batuk pilek, baik itu pada orang dewasa maupun anak-anak.

 

Pada saat K terserang batuk pilek yang kedua, aku dan suami mulai mempraktikkan semua ilmu yang ada di Milis Sehat dan beberapa website terpercaya lainnya.

Kami pun membeli buku yang ditulis oleh dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed, beliau adalah pendiri Milis Sehat.

Berikut ya aku bagikan tips mengatasi batuk pilek yang juga aku lakukan untuk K, aku, dan suami yang aku kutip dari buku dr. Wati dan dari Milis Sehat:

  1. Batuk pilek merupakan penyakit infeksi langganan anak, pada umumnya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari dan tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan.
  2. Perbanyak konsumsi cairan lebih banyak daripada biasanya. Minumlah sedikit-sedikit dengan frekuensi yang lebih sering. Cairan tersebut akan mengurangi sumbatan, lendir pun menjadi lebih encer, tidak kental, dan tidak mengganggu saluran pernapasan. Cairan ini bisa berupa air putih, jus buah, kuah sayuran, dan lainnya.
  3. Buat anak/orang dewasa menjadi lebih nyaman. Minumlah obat penurun demam saat suhu >38,5 derajat Celcius. Jangan meminum penurun demam bila suhu tidak tinggi karena demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan infeksi dimana virus akan mati pada suhu tinggi.
  4. Kompres atau berendam dengan air hangat juga membantu menurunkan demam. K biasanya aku rendam sebentar di dalam bak mandi dengan air lebih hangat daripada biasanya sambil diajak bermain. Cara ini cukup efektif untuk menyamankan dia dan menurunkan demamnya sebentar, namun suhu bisa saja kembali naik setelah berendam ya.
  5. Membuat kamar menjadi lebih lembab juga biasanya aku lakukan. Caranya: rebus air di dalam panci, angkat dari kompor, dan teteskan 10 tetes minyak kayu putih. Air tersebut bisa dimasukkan ke dalam wadah dan ditempatkan di sudut kamar. Uap hangat dan aroma minyak kayu putih akan membantu melegakan pernapasan.
  6. Untuk mengurangi sumbatan pada saluran pernapasan atas bisa menggunakan alat penyedot lendir yang dijual di apotek. Alat ini aku pakai hanya beberapa kali saat K batuk pilek umur 2 bulan tahun 2015 lalu, karena dia terlihat tidak nyaman saat lendirnya disedot dan sedikit berontak. Hehe.
  7. Jauhkan anak dari penderita batuk pilek yang ada di sekitarnya. Agar virusnya tidak terjadi ping-pong, gunakan masker dan rajinlah mencuci tangan. Usahakan jangan ada yang merokok di rumah karena akan memperlambat proses penyembuhannya.
  8. Bila batuk, harap diingat bahwa batuk bukanlah suatu kondisi yang buruk. Batuk merupakan mekanisme alamiah untuk melindungi tubuh dengan cara membantu membuang dahak/lendir dari saluran pernapasan.
  9. Pahami tanda gawat darurat ya, terutama pada bayi dan anak-anak. Segera bawa ke dokter bila: demam lebih dari 72 jam, batuk lebih dari seminggu atau batuk hebat dengan muntah-muntah, rewel, sesak napas atau tampak kebiruan di sekitar bibir dan mulut, jarang buang air kecil atau tidak mau minum yang memicu terjadinya dehidrasi, dahak ada darahnya, serta ingus hijau kental lebih dari 2 minggu.
  10. Jangan memberikan antibiotik untuk batuk pilek. Pada dasarnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Antibiotik tidak dapat melawan virus, tidak dapat menyembuhkan batuk pilek, tidak dapat mencegah batuk pilek, dan tidak dapat mempercepat proses penyembuhannya.

 

         Gimana tipsnya? Semoga berguna dan dapat dipraktikkan di rumah ya, teman-teman. Karena tidak mau mengulangi kesalahan yang sama (minum puyer saat batuk pilek) maka aku dan suami mencoba tips tersebut.

Kami bertiga tidak minum obat batuk pilek, meski sembuh sendiri dalam waktu yang relatif lama (sekitar 1-2 minggu), alhamdulillah kami jarang terserang batuk pilek.

Selain tips di atas, kami juga menambah porsi jam istirahat dengan tidur lebih awal di malam hari misalnya, mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin C, memperbanyak cairan dalam bentuk yang kami suka (seperti air madu hangat, jus buah, air kelapa hijau), dan menjemur K di bawah sinar matahari hangat sebelum jam 7 pagi saat dia masih bayi.

Bulan ini K terserang pilek untuk yang ke-4 kalinya sejak dia lahir dan untuk menjaga asupan gizinya aku buatkan menu mi kuah yang dilengkapi dengan sayuran, kuah kaldu dari cakar dan tulang ayam, irisan telur dadar, mentimun, dan perkedel kentang panggang favoritnya.

Berikut ya resepnya.

P1070593

 

Mi Kuah

(Resep hasil modifikasi sendiri)

Bahan:

200 gram mi telur

1 bonggol sawi putih berukuran medium

1 pc wortel berukuran medium

2 pcs tomat berukuran medium

2 sendok makan baceman bawang putih

2 sendok makan kecap asin

3 sendok makan kecap

Merica secukupnya

Gula dan garam secukupnya (aku skip karena sudah ada rasa manis dari kecap dan rasa asin dari kecap asin)

2 pcs hati ayam, rebus dan cincang kecil-kecil

1 tangkai daun bawang

5 siung bawang merah, iris dan goreng, gunakan sebagai taburan

 

Bahan kuah:

¼ kg cakar ayam

2 pcs tulang dada ayam

3 siung bawang putih

1 tangkai daun bawang

1 tangkai daun seledri

 

Bahan pelengkap:

1 pc timun

2 pcs telur ayam untuk membuat telur dadar

Perkedel kentang panggang

 

Proses memasak:

  1. Rebus mi dalam air mendidih sampai empuk (jangan terlalu lama ya), tirikan, campur dengan minyak kedelai/minyak lainnya agar tidak lengket, sisihkan.
  2. Tumis baceman bawang, masukkan hati ayam yang sudah direbus, masukkan sayuran dan masak sampai matang, bumbui dengan kecap asin, kecap, merica, gula, dan garam. Masukkan mi, irisan tomat, lalu taburi dengan bawang merah goreng dan daun bawang.
  3. Kuah mi: rebus cakar ayam dan tulang dada ayam, masukkan bawang putih goreng yang diulek kasar, bila sudah mendidih masukkan daun bawang dan daun seledri.

P1070605

K makan dengan lahap sekali sampai tetesan kuah yang terakhir. Usai memotret makanan, mi kuah yang ada di dalam foto itu aku bagi 2 untuk K dan ayahnya.

K menghabiskan bagiannya dengan kekuatan mengunyah yang lebih cepat daripada biasanya, apalagi aku tambahkan perkedel kentang dengan isian hati ayam, dia semakin ga sabar untuk segera makan. Haha.

 

Referensi :

dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed. Cetakan V, Februari 2012. Bayiku Anakku: Panduan Praktis Kesehatan Anak. Jakarta : PT Gramedia.

 

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*