Tips Membuat Bumbu Dasar & Baceman Bawang

Mengurus buah hati yang masih batita tanpa asisten rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Kita harus memikirkan seefisien mungkin dalam melakukan banyak hal pribadi maupun untuk kepentingan keluarga. Lupakan berlama-lama di kamar mandi meski hanya sekadar buang air kecil dan besar, mandi, wudhu, makan, dan lainnya. Sebisa mungkin semuanya dilakukan hanya dalam hitungan menit, bila waktu molor dari perkiraan maka sudah pasti apa yang akan terjadi adalah si kecil menangis meraung-raung. Dan semua tragedi lainnya akan menyusul segera: mainan berantakan, air tumpah di lantai, pintu kamar mandi digedor-gedor disertai tangisan kencang. Berlebihan kah? Tidak sih bagiku karena itulah yang aku hadapi sehari-hari. Hehehe.

Begitu pula halnya dengan memasak. Proses yang paling memakan waktu adalah menyiapkan bumbu dasar, mengupasnya, mencucinya, dan menghaluskannya. Meskipun sudah banyak sekali bumbu dasar bubuk kemasan tapi aku hanya memakai beberapa saja yang memang lebih praktis daripada disiapkan sendiri di rumah, misalnya herba (oregano) serta rempah-rempah (kayu manis, pala, merica, pala, dan ketumbar). Bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih (untuk bumbu dasar putih) dan bawang merah, bawang putih, cabe merah (untuk bumbu dasar merah) biasanya aku siapkan sendiri dan bertahan di dalam wadah tertutup dan disimpan di freezer selama 3 bulan.

Bumbu dasar (baik putih atau merah) praktis untuk membuat segala macam masakan sesuai dengan kebutuhan, mulai dari tumisan, sayur lodeh bersantan, pepes ikan, nasi goreng, masakan berkuah, gulai ikan, rawon, soto, dan masih banyak lagi. Bila menginginkan rasa yang lebih kompleks (untuk masakan soto, gulai, rawon misalnya) maka tinggal menambahkan rempah pendukung lainnya yakni kunyit, jahe, kencur, lengkuas, kluwak, dan lainnya yang biasanya hanya aku iris-iris/digeprek/diparut/diulek biar lebih praktis. Sedangkan bumbu lainnya yan berfungsi sebagai penyedap biasanya langsung aku masukkan ke dalam masakan, misalnya daun salam, daun jeruk, serai, asam jawa, dan lain-lain.

Karena bumbu dasar ini digunakan sebagai stok maka memilih bahan yang segar adalah keharusan bagiku. Saat ke pasar tradisional aku sengaja mampir ke beberapa kios penjual untuk membandingkan bahan mana yang paling segar, syukur-syukur dapat yang lebih murah, wah itu sih bonus yang dinanti kan ya? Haha. Membuat bumbu dasar putih dan merah seperti resep yang aku bagi berikut ga susah kok, hanya dibutuhkan kesabaran dan stamina yang kuat untuk mengupas berkilo-kilo bawang merah/bawang putih, mengirisnya, serta menumisnya. Capek? Pastinya sih ya. Tapi membayangkan 3 bulan ke depan bisa memasak dalam waktu relatif singkat adalah iming-iming yang sangat menggiurkan bagiku. Jadi semangat yaaa!

 

bumbu-dasar-horisontal

Bumbu Dasar Putih & Bumbu Dasar Merah

Bahan bumbu dasar putih:

1 kg bawang merah

1 kg bawang putih

200 ml minyak goreng untuk campuran saat menghaluskan bumbu

300 ml minyak goreng untuk menumis

 

Bahan bumbu dasar merah:

1 kg bawang merah

1 kg bawang putih

1 kg cabe merah

200 ml minyak goreng untuk campuran saat menghaluskan bumbu

300 ml minyak goreng untuk menumis

 

Proses memasak:

  1. Kupas dan cuci bawang merah dan bawang putih. Tiriskan dan potong kecil-kecil untuk memudahkan proses menghaluskannya.
  2. Masukkan bahan utama dan minyak goreng ke dalam blender dan haluskan sampai lembut. Aduk sesekali agar semua bahan dihaluskan secara merata.
  3. Tuang bahan ke dalam penggorengan, masukkan minyak goreng secara bertahap, tumis bumbu hingga berwarna kecokelatan dan matang, aduk-aduk terus dan jangan ditinggal agar tidak gosong, gunakan api sedang saja ya. Tambahkan minyak goreng bila bumbu belum matang namun penggorengan sudah gosong karena minyaknya terserap ke dalam bumbu. Proses menumis ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
  4. Bila sudah matang dan bahan terasa hangat, pindahkan ke dalam wadah kedap udara, dan biarkan dingin, tempelkan stiker yan berisi keterangan tanggal dan bulan pembuatannya, lalu masukkan ke dalam freezer. Bumbu bisa bertahan selama 3 bulan.
  5. Cara penggunaan: sehari sebelum memasak keluarkan bumbu dari freezer dan masukkan ke dalam kulkas bawah apabila ingin menggunakan keesokan harinya.

 

P1070551-bumbu-dasar

Resep selanjutnya yang akan aku share adalah baceman bawang putih. Pertama kali melihat resep ini bertebaran di Instagram, langsung aku capture dan simpan ke dalam handphone, tapi baru bisa dieksekusi kemarin saat weekend. Maklum rasa malas masih mendera, jadi niatnya digantung dulu di langit ketujuh. Haha.

Sebelum membuat baceman bawang ini aku sengaja browsing dulu, siapa tahu di website yang biasa aku intip juga sudah ada resepnya. Dan ternyata benar! Mbak Diah Didi sudah mem­­-posting resepnya di sini: http://www.diahdidi.com/2015/12/baceman-bawang.html. Aaah…pucuk dicinta ulam tiba, yuk segera dibuat ya ibu-ibu. Aku tidak menggunakan minyak sayur karena setelah berkeliling ke rak-rak di supermarket langganan masih saja belum nemu vegetable oil. Akhirnya aku pakai minyak kedelai saja. Untuk minyak wijennya pakai yang biasanya aku beli ddi pasar tradional dekat rumah, belum ngetes apakah minyak wijennya bisa beku/ga bila ditaruh di dalam kulkas. Hmmm…semoga aja berhasil ya eksperimenku kali ini. Saat aku menulis resep ini baceman bawangku masih belum dibuka, rencananya aku diamkan dulu selama 2 hari. Ini ya detail resepnya.

 

Baceman Bawang Putih

Bahan:

250 gram bawang putih, pilih yang segar

4 sendok makan minyak wijen

6 butir kemiri

250 ml minyak kedelai

 

Proses memasak:

  1. Kupas dan cuci bawang putih. Tiriskan sampai benar-benar kering. Aku jemur bawang putih di bawah sinar matahari sambil sesekali diaduk-aduk dengan tangan, kira-kira sekitar 20 menit.
  2. Geprek bawang putih dengan ulekan. Haluskan kemiri dengan ulekan, campur dengan bawang putih.
  3. Masukkan ke dalam wadah kedap udara (toples kaca), tambahkan minyak wijen dan minyak kedelai, aduk-aduk agar rata, pastikan bawang putih dan kemiri terendam minyak, dan tutup. Gunakan setelah 1-2 hari dibiarkan di dalam suhu ruangan.

Nia Efendi

Assalamualaikum.. Kindly drop your comments, advices, ideas, or else below. Be wise please. Bunches of thanks.

4 thoughts on “Tips Membuat Bumbu Dasar & Baceman Bawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*